Menko PMK Pratikno: Dana Pendidikan LPDP Bukan Sekadar Instrumen Pembiayaan, tapi Investasi Jangka Panjang

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno yang juga Ketua Dewan Penyantun Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) saat memimpin Rapat Dewan Penyantun Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Aula Lantai 14 Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Rabu (15/7/2026).

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno selaku Ketua Dewan Penyantun Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), menegaskan dana pendidikan merupakan investasi strategis bangsa yang harus dikelola secara visioner, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

Semarak.co – Hal tersebut disampaikan Menko Pratikno saat memimpin Rapat Dewan Penyantun Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Aula Lantai 14 Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Rabu (15/7/2026).

Bacaan Lainnya

“Dana Pendidikan bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul, memperkuat riset dan inovasi, serta meningkatkan daya saing Indonesia,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Media PMK, Kamis malam (16/7/2026).

Rapat Dewan Penyantun mengevaluasi pelaksanaan berbagai program strategis LPDP, mulai dari penyelenggaraan beasiswa, pendanaan riset, dukungan bagi perguruan tinggi, hingga pemajuan kebudayaan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh program berjalan efektif, akuntabel, tepat sasaran, dan sejalan dengan agenda pembangunan nasional.

Untuk memperkuat sinergi pelaksanaan program pendidikan, riset, dan inovasi, Menko PMK mengusulkan pembentukan Project Management Office (PMO) bersama antara LPDP, Kemendiktisaintek, dan BRIN.

“Yang paling tinggi intensitasnya adalah LPDP, Kemendiktisaintek, dan BRIN. Saya sarankan ada PMO (Project Management Office) bersama agar program-program tersebut dapat tersinergikan dengan baik,” ujar Menko PMK.

Dalam pembahasan tersebut, Dewan Penyantun menekankan pentingnya penguatan kontribusi LPDP terhadap sektor strategis yang menjadi prioritas Presiden, antara lain kesehatan, ketahanan pangan, energi, digitalisasi, manufaktur, dan ekonomi kreatif.

Investasi pendidikan dan riset diharapkan mampu menghasilkan talenta unggul, inovasi, dan teknologi yang mendukung transformasi ekonomi Indonesia. Penguatan program beasiswa juga diarahkan untuk menghasilkan talenta yang relevan dengan kebutuhan sektor strategis sehingga mampu mendukung industri nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia.

Selain melakukan evaluasi, rapat juga membahas sejumlah inisiatif baru untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan riset nasional, sehingga semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tantangan global.

Dewan Penyantun juga menekankan pentingnya memastikan hasil riset tidak berhenti pada publikasi atau kajian akademik semata, tetapi dapat ditransformasikan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung penyelesaian berbagai tantangan pembangunan.

Rapat Dewan Penyantun LPDP dihadiri Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Mendikti  Saintek Brian Yuliarto, Kepala BRIN Arif Satria, Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq, Plt. Direktur Utama LPDP Yon Arsal, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta, perwakilan Kementerian Agama, serta jajaran kementerian/lembaga terkait.

Melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, Dewan Penyantun LPDP optimistis Dana Pendidikan akan semakin berperan sebagai instrumen strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, riset, inovasi, dan kebudayaan. (hms/smr)

Pos terkait