Bertarung seru di Seattle Stadium pada hari Senin, 15 Juni pukul 12:00 (waktu setempat), Mesir tampil mengejutkan dengan menahan imbang raksasa Eropa Belgia 1-1. Sementara, Lamine Yamal dkk di tim Matador Spanyol dibuat frustrasi oleh debutan Tanjung Verde dengan skor kacamata 0-0.
Semarak.co – Gol internasional pertama Emam Ashour sempat membawa Mesir berada di jalur untuk meraih kemenangan perdana mereka di Piala Dunia FIFA 2026. Namun, impian negeri Piramid buyar oleh gol cepat Romelu Lukaku yang baru masuk, membantu Belgia menyelamatkan satu poin.
Seattle Stadium menjadi saksi mati. Untuk pertama kalinya membuka gerbang Piala Dunia FIFA 2026, dan sepanjang sebagian besar laga di kawasan Pacific Northwest ini, Mesir berada di ambang menciptakan sejarah.
Sebelum pertandingan pembuka Grup G ini, The Pharaohs hanya pernah unggul selama total laga 29 menit dalam pertandingan Piala Dunia, belum pernah sekalipun meraih kemenangan dan hanya sekali mencatatkan clean sheet.
Mereka gagal mematahkan dua catatan terakhir tersebut, tetapi berhasil melampaui yang pertama berkat gol pembuka yang apik dari Emam Ashour. Pada hari ulang tahunnya yang ke-34, gol tersebut diawali oleh Mohamed Salah dan diselesaikan dengan gemilang oleh Ashour.
Gelandang Al Ahly itu mengontrol bola dengan sentuhan pertama untuk menyiapkannya, lalu melepaskan tembakan dengan sentuhan kedua yang melewati sela kaki Thomas Meunier dan menaklukkan Thibaut Courtois yang sudah menjatuhkan diri, membawa Mesir unggul tipis hingga turun minum.
Gol itu merupakan gol internasional pertama pemain berusia 28 tahun dan dibutuhkan sosok yang merupakan pencetak gol internasional terbanyak kedua sepanjang masa di Eropa untuk menyelamatkan satu poin bagi Belgia.
Tepat 20 detik setelah masuk pada babak kedua, Romelu Lukaku bergerak ke dalam kotak penalti untuk menyambut umpan silang Meunier, dengan kehadirannya membuat Mohamed Hany tanpa sengaja menyodok bola melewati kiper sendiri, Mostafa Shoubir. Ini gol bunuh diri.
Statistik Kunci
Sebelum pertandingan ini, negeri Piramida Mesir hanya pernah unggul dalam pertandingan Piala Dunia selama total 29 menit. Kini mereka telah melampaui catatan itu. Dan pemain terbaik dalam laga ini dinobatkan untuk
Emam Ashour yang menceploskan bola ke gawang Belgia.
“Pertandingan pembuka di turnamen seperti Piala Dunia selalu sulit, terutama melawan salah satu tim terbaik Afrika seperti Mesir. Yang terpenting adalah kami tetap berada dalam permainan,” ujar Rudi Garcia, pelatih Belgia, usai laga.
“Kami berhasil menyamakan kedudukan berkat pemain yang masuk dari bangku cadangan dan itu menunjukkan betapa pentingnya seluruh skuad. Ini adalah pertandingan yang hebat antara dua tim yang sangat-sangat bagus,” imbuh
Rudi Garcia.
“Kami mendapatkan satu poin pada akhirnya, tetapi kami sudah memberikan segalanya. Kami tahu Belgia adalah tim yang kuat dengan pemain berkualitas dan atmosfer pertandingan luar biasa, jadi kami perlu berterima kasih kepada para suporter,” cetus Hamza Abdelkarim, penyerang Mesir
Performa Heroik Tanjung Verde Imbangi Spanyol
Sementara wakil Afrika, Tim Nasional Tanjung Verde Afrika berhasil menahan imbang Tim favorite juara, Spanyol. Blue Sharks menampilkan performa defensif yang sensasional untuk mengamankan hasil imbang 0-0 melawan juara Eropa berjuluk Matador di Atlanta.
Debutan Piala Dunia FIFA 2026, Tanjung Verde, menampilkan performa luar biasa untuk mengamankan hasil imbang 0-0 melawan salah satu raksasa sepak bola dunia, Spanyol. Lamine Yamal dan kawan-kawan dibuat frustrasi oleh Verde yang tampil super defensif.
Negara dengan populasi sedikit di atas 500.000 jiwa itu mampu bertahan menghadapi tim bertabur bintang asuhan pelatih Luis de la Fuente, dan mencatatkan hasil yang akan menggema di seluruh dunia sepak bola sejagat.
Tanjung Verde tampil sangat terorganisasi dari lini belakang hingga depan. Meskipun Spanyol, seperti yang diperkirakan, mendominasi penguasaan bola, mereka dibuat frustrasi dalam sebagian besar pertandingan oleh lawan yang bermain penuh semangat dan determinasi tinggi.
Peluang terbaik La Roja pada babak pertama hadir ketika Ferran Torres melepaskan tembakan yang membentur mistar gawang setelah menerima umpan dari Marc Cucurella. Bola pantul mengarah ke Mikel Oyarzabal yang langsung menyundulnya, tetapi mampu digagalkan oleh penyelamatan gemilang Vozinha.
Kiper Tanjung Verde yang telah berusia 40 tahun tampil sangat luar biasa dan kembali melakukan penyelamatan spektakuler untuk menepis sundulan Aymeric Laporte tepat menjelang turun minum. Dalam laga itu, pemain Verde, Vozinha, dinobatkan sebagai man of the match karena aksinya yang bagus.
Timnas dari benua hitam Afrika dengan julukan Blue Sharks juga beberapa kali melakukan serangan ke sepertiga akhir lapangan untuk merangsek pertahanan tim Matador, memberikan kesempatan bagi lini pertahanan mereka untuk sedikit bernapas.
Pada awal babak kedua, Fabian Ruiz melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang melambung di atas mistar. Namun, gelombang serangan Spanyol yang masif tak kunjung tercipta gol karena Tanjung Verde terus bertahan dengan sangat disiplin.
Pada menit ke-71, De la Fuente memasukkan Lamine Yamal dari bangku cadangan. Kehadiran sensasi bocah ajaib abad ini itu langsung mengubah jalannya pertandingan. Serangan Spanyol menjadi lebih dinamis dan sulit diprediksi.
Tetapi Tanjung Verde mampu meredam pergerakannya dengan baik sehingga peluang emas tetap sulit tercipta. Oyarzabal kembali memperoleh kesempatan jelang akhir laga, namun tembakannya masih melenceng. Verde pun berhasil memertahankan hasil imbang dan meraih satu poin bersejarah.
Statistik Kunci
Keberhasilan timnas Tanjung Verde lolos ke Piala Dunia FIFA 2026 dibangun di atas kokohnya lini pertahanan mereka. Seperti dilansir Fifa.com (16/6/2026), dalam 10 pertandingan kualifikasi, mereka berhasil mencatatkan tujuh nirbobol. (net/fc/kim/smr)





