Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya, menyoroti perlunya perluasan akses pembiayaan hingga dorongan bagi karya jurnalistik foto Indonesia mampu menembus pameran tingkat global.
Semarak.co – Menekraf saat menerima audiensi Pewarta Foto Indonesia (PFI) menyatakan, peran Kementerian Ekraf terhadap subsektor fotografi menjadi bagian penguatan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.
“Bukan hanya tentang karya visual, tetapi juga bagaimana keterampilan dan kreativitas terkait dengan kekayaan intelektual bisa tumbuh menjadi kekuatan yang mampu membuka lapangan kerja berkualitas dan memperluas kontribusi investasi dari subsektor fotografi,” ungkapnya, dirilis humas melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Kamis (21/5/2026).
Menekraf juga menyoroti posisi subsektor fotografi yang penting dalam rantai industri kreatif sehingga tidak hanya sebagai medium dokumentasi dan karya jurnalistik, melainkan memiliki nilai ekonomi dengan pengembangan kolaborasi lintas sektor.
Sebagaimana pernah dilakukan Kementerian Ekraf melalui Direktorat Penerbitan dan Fotografi yang telah mendorong kemajuan subsektor fotografi dalam dua kegiatan. Pertama, pemberian dukungan berupa fasilitas tempat pameran foto ‘Rekam Jakarta’ di Cemara 6 Galeri Menteng pada Agustus 2025.
Selanjutnya, kehadiran saat pembukaan acara pameran foto Satu Dekade PFI Bogor pada September 2025. “Kementerian Ekraf siap berkolaborasi lebih lanjut dengan PFI sehingga talenta-talenta fotografer terbaik dari berbagai daerah bisa naik kelas ke tingkat nasional, lalu menembus pameran internasional,” ujarnya.
Ketua Umum PFI Dwi Pambudo merespons positif sinergi antara Kemenekraf dan PFI. Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi langkah strategis untuk memperluas peran pewarta foto, baik dalam peningkatan kapasitas dan profesionalisme maupun pengembangan ekosistem fotografi jurnalistik.
“Pewarta Foto Indonesia memiliki kiprah begitu banyak untuk mengembangkan karya foto jurnalistik yang mendukung kemajuan subsektor fotografi. Hal ini dilakukan melalui penguatan ekonomi kreatif yang terintegrasi berkelanjutan karena karya-karya kami telah diakui dari ajang bergengsi seperti World Press Photo,” ucap Dwi Pambudo.
Organisasi ini dideklarasikan pada 22 Maret 1992 dengan nama Focus, dan atas prakarsa pewarta foto media cetak di Jakarta pada 18 Desember 1998 tercetus menjadi Pewarta Foto Indonesia (PFI). Jumlah anggota PFI mencapai 800 pewarta untuk 21 kota di Indonesia, dari Aceh sampai Timika.
“Menteri Ekraf sangat membuka cahaya baru bagi pewarta foto, yang mana banyak hal bisa dikolaborasikan untuk membangun ekosistem yang lebih kuat bagi fotografi jurnalistik di Indonesia. Ke depan, kami berharap bisa terlaksana pameran atau kompetisi tingkat nasional,” harap Dwi Pambudo. (hms/smr)





