Guru dan keluarga memiliki peran yang sama penting dalam membentuk kualitas generasi masa depan Indonesia. Karena itu, sinergi antara dunia pendidikan dan pembangunan keluarga perlu terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan di era digital.
Semarak.co – Hal tersebut disampaikan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN (Mendukbangga) Wihaji saat orasi Pengambilan Sumpah Profesi Guru Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Jawa Tengah.
“Guru adalah arsitek masa depan Indonesia karena bertugas mencerdaskan anak-anak kita. Maka saya titip, mengajarnya pakai hati. Tugas guru tidak hanya transfer of knowledge, tetapi juga transfer of value,” ujar Wihaji, dirilis humas melalui WAGroup Jurnalis Kemendukbangga / BKKBN, Minggu (21/6/2026).
Menurut Wihaji, pendidikan dan keluarga merupakan dua lingkungan utama yang menentukan kualitas generasi. Karena itu, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan yang akan membentuk karakter anak di masa depan.
Ia menambahkan, penguatan delapan fungsi keluarga perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari fungsi agama, cinta kasih, perlindungan, hingga pendidikan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi membangun keluarga yang tangguh sekaligus menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi.
Rektor UIN Salatiga Zakiyuddin menyambut baik kerja sama yang terjalin dengan Kemendukbangga/BKKBN. Ia menilai kolaborasi tersebut dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas generasi muda.
Dalam kesempatan itu, Zakiyuddin juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Wihaji yang merupakan alumni UIN Salatiga. “Alumni berjasa datang bertandang, membawa inspirasi bagi negeri. Selamat datang Bapak Menteri tercinta, kebanggaan kampus dan generasi kami,” katanya.
Selain orasi ilmiah, Menteri Wihaji juga menyerahkan beasiswa kepada siswa didik melalui peserta sumpah profesi guru dan UIN Salatiga. Melalui sinergi, pembangunan keluarga dan pendidikan diharapkan dapat berjalan beriringan dalam menyiapkan generasi yang kuat secara karakter dan nilai-nilai kehidupan. (hms/smr)





