Marak Penipuan, BRI Imbau Masyarakat Waspada dan Kenali Modus Link Palsu

BRI meminta masyarakat waspada terhadap berbagai modus penipuan digital, khususnya melalui tautan atau link palsu (phishing) yang kian marak.

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) meminta masyarakat waspada terhadap berbagai modus penipuan digital, khususnya melalui tautan atau link palsu (phishing) yang kian marak. Modus ini bagian dari bahaya phishing yang dapat mengelabui nasabah untuk memasukkan data pribadi.

Semarak.co – Direktur IT BRI Saladin D Effendi menyampaikan, salah satu modus yang paling sering digunakana adalah penyebaran link palsu melalui pesan singkat, email, maupun aplikasi percakapan, yang menyerupai tampilan resmi dan bertujuan mencuri data sensitif seperti user ID, PIN, password, hingga kode OTP.

“BRI mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tautan yang mencurigakan. Pastikan selalu mengakses layanan melalui kanal resmi BRI dan tidak pernah membagikan data pribadi kepada pihak manapun,” ujarnya, dirilis humas melalui WAGroup BRI X Jurnalis, Selasa (31/3/2026).

BRI mengajak masyarakat hanya mengakses layanan melalui kanal resmi perseroan, antara lain, Website resmi BRI: https://bri.co.id , Aplikasi mobile banking BRImo,  Internet Banking BRI (https://ib.bri.co.id), Kantor cabang BRI di seluruh Indonesia,  Contact Center BRI 1500017, dan akun media sosial resmi BRI.

Saladin menegaskan, perseroan tidak pernah meminta data sensitif nasabah seperti PIN, password, maupun kode OTP melalui tautan ataupun pihak yang tidak resmi.

Selain itu, apabila nasabah menemukan indikasi tindakan social engineering atau aktivitas mencurigakan yang mengatasnamakan BRI, nasabah diimbau untuk segera menghubungi Contact Center BRI di 1500017 guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sebagai langkah sederhana, masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan prinsip “Think Before Click”, yaitu memastikan keamanan tautan sebelum mengaksesnya serta melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi.

Melalui edukasi yang berkelanjutan, BRI berharap masyarakat semakin sadar dan tanggap terhadap berbagai modus kejahatan digital, sehingga dapat bersama-sama menciptakan ekosistem keuangan digital yang aman, nyaman, dan terpercaya. (hms/smr)