Lagi-lagi Italia gagal menembus ajang bergengsi sepak bola dunia. Bahkan,Gli Azzuri yang dipenuhi skuad mewah, ternyata tak selalu berbanding lurus dengan hasilnya. Dan Tim Nasional Italia kembali gagal lolos Piala Dunia 2026, meski dihuni pemain-pemain top Eropa.
Semarak.co – Lantas, apa yang sebenarnya salah dalam tim bertabur pemain talenta kelas eropa ini? Padahal, di atas kertas, Italia punya segalanya. Generasi pemain yang tampil reguler di liga elite Eropa seharusnya cukup untuk membawa Gli Azzurri kembali ke panggung dunia.
Namun realitas berkata lain: mereka kembali tersingkir sebelum putaran final Piala Dunia 2026 dihelat di tiga negara: Amerika Serikat (AS), Meksiko dan Kanada. Kegagalan ini terasa janggal karena edisi 2026 menghadirkan format baru dari FIFA.
Jumlah peserta meningkat drastis menjadi 48 tim, memberi peluang lebih besar bagi negara-negara kuat untuk bisa lolos. Di kawasan UEFA, jatah tiket bertambah menjadi 16. Secara statistik, peluang Italia seharusnya jauh lebih terbuka dibanding edisi-edisi sebelumnya.
Namun lagi-lagi, peluang itu tak mampu dimanfaatkan dengan maksimal oleh Gianluigi Donnarumma dan kawan-kawan. Masalah pertama terletak pada inkonsistensi performa. Italia gagal tampil dominan di fase grup kualifikasi dan hanya finis sebagai runner-up.
Situasi ini memaksa mereka kembali ke jalur playoff — fase yang dalam beberapa tahun terakhir justru menjadi kutukan bagi Italia. Faktor kedua adalah rapuhnya mental di laga penentuan. Dalam pertandingan hidup-mati, Italia kembali gagal menunjukkan karakter sebagai tim besar yang pernah merengkuh 4 kali juara Piala Dunia.
Kekalahan dari Bosnia-Herzegovina di babak playoff menjadi bukti bahwa tekanan masih menjadi persoalan serius bagi tim sebesar Italia yang diperkuat pemain-pemain bagus. Selain itu, transisi generasi juga belum sepenuhnya mulus.
Italia memiliki banyak pemain berbakat, akan tetapi belum menemukan keseimbangan antara pengalaman dan energi muda yang menyala. Permainan mereka kerap terlihat tidak solid, terutama dalam momen-momen krusial. Demikian dilansir SindoNews.com (1/4/2026).
Secara historis, ini menjadi alarm keras. Italia terakhir tampil di Piala Dunia pada 2014, lalu absen di tahun 2018 dan 2022. Kini, kegagalan di tahun 2026 semakin memerpanjang puasa mereka sekaligus mencoreng status sebagai salah satu raksasa sepak bola dunia.
Lebih jauh, Italia mencatat rekor yang tidak diinginkan: menjadi juara dunia pertama yang gagal tampil di tiga edisi Piala Dunia berturut-turut. Dengan kualitas individu yang dimiliki, kegagalan ini bukan sekadar soal teknis di lapangan.
Ada persoalan struktural — mulai dari taktik, mentalitas hingga masalah regenerasi — yang harus segera dibenahi jika Italia ingin kembali ke level tertinggi di jagat sepak bola dunia yang pernah melambungkan nama negeri Pizza sebagai salah satu kekuatan sepak bola dunia yang ditakuti lawan-lawannya. (net/snc/kim/smr)






