Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi Destry Anna Sari menekankan pentingnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dalam memperkuat akses pembiayaan, dan mengokohkan perannya sebagai motor penggerak ekonomi desa/kelurahan.
Semarak.co – Hal tersebut disampaikan Destry pada seminar Skema Akses Pembiayaan pada Arsitektur Keuangan Koperasi di Kota Bandung. Kemenkop menghadirkan narasumber yang dapat memberikan informasi pendalaman terkait akses pembiayaan.
“Saya harap forum ini dimanfaatkan sebagai jejaring saling belajar dari pengalaman para pelaku koperasi yang telah mengakses berbagai skema pembiayaan. Bertukar informasi, berdiskusi, dan sarana membangun jejaring usaha,” kata Destry, dirilis humas usai acara melalui pesan elektronik Redaksi semarak.co, Selasa malam (5/5/2026).
Destry menambahkan, LPDB Koperasi telah memiliki program inkubator. Saat ini telah dibuka tenant untuk pendaftaran program inkubasi koperasi yang dapat dimanfaatkan oleh koperasi eksisting maupun Kopdes Merah Putih.
“Terdapat potensi desa untuk diolah menjadi nilai tambah dan dikembangkan bersama-sama dalam ekosistem Kopdes Merah Putih untuk kesejahteraan bersama,” kata Destry.
Menurutnya, seminar ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan, peluang, dan tantangan pembiayaan yang dihadapi Kopdes Merah Putih. Peserta seminar juga diberi pemahaman mengenali potensi lokal yang bisa diolah, diproduksi, dipasarkan, dan dikembangkan melalui koperasi desa.
“Mereka dikenalkan dan diarahkan untuk mengakses permodalan baik dari modal sendiri, modal dari lembaga keuangan bank, LKBB seperti kolaborasi dengan koperasi eksisting, LPDB Koperasi, maupun sumber pembiayaan alternatif lainnya, misal melalui modal penyertaan”, papar Destry.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Tatang Suryana, menyampaikan hingga saat ini telah terbentuk 5.957 Kopdes Merah Putih di Jawa Barat dengan 684 gerai sudah terbangun 100%.
Pada sesi diskusi dan tanya jawab, Ketua Kopdes Merah Putih Cileunyi Wetan, Dedi Nurendi berbagi success story bahwa Kopdes Merah Putih yang dipimpinnya mendapatkan omset Rp6,08 miliar pada tahun 2025 dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp92 juta.
Pencapaian ini diraih berkat akses Modal Penyertaan awal sebesar Rp2 Miliar dari KSP Citra Mandiri Jawa Barat dengan bagi hasil 60% untuk KDMP dan 40% untuk KSP Citra Mandiri Jabar.
“Bagi kami, tentunya ini tidak mudah. Kami merupakan penggabungan dari koperasi sebelumnya. Ini hasil dari program Inkubasi di Kabupaten Bandung yang disampaikan oleh Prof Ida.” ungkap Dedi. (hms/smr)





