Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendukung pengembangan dan promosi film animasi Pelangi di Mars melalui penjajakan kolaborasi aktivasi dengan berbagai pihak, termasuk InJourney Airports.
Semarak.co – Dukungan tersebut berdasarkan audiensi Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar bersama perwakilan InJourney dan tim dibalik layar film animasi Pelangi di Mars pada Kamis (22/1/2026).
“Pertemuan hari ini tentu mau menjalin koneksi berkelanjutan sehingga aktivasi-aktivasi yang dilakukan bisa menjangkau publik lebih luas,” ungkap Irene, dirilis humas Kemenekraf usai acara melalui WAGroup Kemenekraf siaran Pers, Jumat (23/1/2026).
Dia menyatakan, Kemenekraf senantiasa mendukung film animasi karya anak bangsa yang menghadirkan pendekatan kreatif, termasuk perpaduan live-action dan teknologi extended reality (XR) dalam film Pelangi di Mars.
Irene meyakini pengembangan intellectual property (IP) Pelangi di Mars memiliki peluang besar untuk dapat dilakukan secara berkelanjutan, termasuk penempatan konten promosi di bandara dan pengembangan merchandise yang bisa diterima lintas generasi.
“Salah satu bentuk promosi yang juga bisa digencarkan yaitu mendorong merchandise-merchandise dari IP Pelangi di Mars yang bisa dikembangkan sehingga punya nilai tambah dalam menguatkan identitas dari tiap karakter yang ditampilkan dalam film animasinya,” tambahnya.
Film Pelangi di Mars merupakan produksi Mahakarya Pictures, rumah produksi yang bergerak di bidang audio visual mencakup produksi film, video musik, iklan televisi, video tutorial hingga company profile.
Audiensi ini terlaksana setelah sebelumnya ada kunjungan yang dilakukan Menekraf Teuku Riefky Harsya pada 13 Januari 2026 dan Wamenekraf di 5 Desember 2025 ke salah satu unit bisnis dari Mahakarya Group, DossGuava XR Studio yang menjadi lokasi syuting film animasi Pelangi di Mars.
“Mahakarya menggunakan teknologi virtual production dan unreal engine dengan dukungan 100 persen tim dibalik layar dari Indonesia. Harapannya, IP Pelangi di Mars bisa jadi IP yang tumbuh dan besar bersama anak-anak Indonesia ke depan,” imbuh Dendi Reynando, produser Pelangi di Mars.
InJourney Airports sebagai pengelola bandara kerap melakukan aktivasi sehingga bandara tak sekadar ruang transit, khususnya pada momen hari besar. Sebelumnya, InJourney Airports juga berkolaborasi bersama IP animasi Jumbo yang diterima positif wisatawan domestik dan internasional pada momen lebaran tahun lalu.
“Pertama lihat teaser trailer Pelangi di Mars luar biasa dan kami sangat senang kalau IP ini bisa hadir di bandara untuk memberikan satu experience yang beda ke penumpang pesawat sehingga mereka bisa mengetahui lebih banyak tentang film animasi ini,’ ujarnya Veri Setiady, Commercial Director of InJourney Airports. (hms/smr)





