Kemendukbangga/BKKBN turut mendukung Gerakan #RuangAmanAnak yang menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).
Semarak.co – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menyatakan, gerakan #RuangAmanAnak hadir untuk mengajak seluruh elemen bangsa mengambil peran.
“Kampanye kesadaran publik ini dijalankan melalui lima pilar utama, yakni edukasi publik, keluarga berkualitas, sekolah dan daycare aman, perlindungan digital, serta sistem perlindungan dari bullying,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis Kemendukbangga /BKKBN, Kamis (25/6/2026).
Isyana menyatakan, dalam gerakan ini, Kemendukbangga/BKKBN berkontribusi pada tiga pilar sekaligus, yaitu edukasi publik, keluarga berkualitas, serta sekolah dan daycare aman.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui sekitar 200 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang melakukan edukasi dengan pendekatan siklus hidup, mulai dari masa sebelum menikah, kehamilan, pasca persalinan, anak usia dini, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia.
“Melalui pendekatan ini, keluarga diharapkan memiliki bekal yang cukup untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” ujar Isyana.
Selain TPK, Kemendukbangga/BKKBN juga mengoptimalkan program Bina Keluarga Balita (BKB) sebagai sarana peningkatan kapasitas pengasuhan orang tua. “Bina Keluarga Balita ini memberikan kelas, informasi, dan pengetahuan terhadap orang tua yang memiliki anak,” ujarnya.
Bagi remaja, ruang aman diwujudkan melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang saat ini berjumlah 18.331 dan tersebar di berbagai satuan pendidikan, mulai dari SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.
Melalui pendekatan teman sebaya, program ini menjadi wadah bagi remaja untuk berbagi informasi, memahami persoalan yang dihadapi, serta menemukan solusi secara positif. “Dengan PIK-R ini, harapannya, remaja kita bisa benar-benar menjadi generasi muda tangguh untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” tambah Isyana.
Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno berharap gerakan ini dapat menjadi gerakan nasional yang melibatkan seluruh elemen bangsa. “Gerakan nasional ini kita harapkan dapat mendorong semua pihak untuk menciptakan ruang aman dan nyaman di ruang publik dan ruang pendidikan,” ujarnya. (hms/smr)





