Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga/BKKBN) terus memperkuat akselerasi berbagai program prioritas melalui Rapat Pengendalian Program yang digelar di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Selasa (21/07/2026).
Semarak.co – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan bahwa Kemendukbangga/BKKBN siap berkolaborasi melalui program-program yang telah dimiliki.
“Kita bisa berkolaborasi dengan program Kemendukbangga yang berkenaan dengan sekolah kependudukan, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), GenRe (Generasi Berencana), dan Kesehatan Mental,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis Kemendukbangga/BKKBN, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan bentuk kehadiran negara bagi masyarakat, khususnya kelompok desil 1-4. Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, juga menjadi perhatian Kemendukbangga/BKKBN.
Berdasarkan data Sistem Informasi Keluarga (SIGA), saat ini terdapat 128.477 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang setiap hari mendistribusikan layanan MBG kepada sekitar 9,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Menteri Wihaji menilai kekuatan jaringan TPK bukan hanya menjadi instrumen penyaluran program, tetapi juga potensi besar untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat. “Kita harus memanfaatkannya dengan baik, misalnya dengan pembekalan TPK terkait program prioritas,” tegasnya.
Wihaji juga menyampaikan apresiasi atas raihan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut. Capaian ini menunjukkan bahwa laporan keuangan Kemendukbangga/BKKBN telah disajikan secara wajar sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan mendukung pelaksanaan program-program pembangunan keluarga secara optimal.
Jajaran pimpinan turut memaparkan perkembangan pelaksanaan program prioritas Kemendukbangga/BKKBN di masing-masing bidang. Secara umum, berbagai program menunjukkan perkembangan yang positif.
Mulai dari pelayanan keluarga berencana, pengembangan layanan pengasuhan anak melalui Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), pendampingan keluarga berisiko stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), hingga penguatan kualitas hidup lanjut usia melalui Program Lansia Berdaya (SIDAYA).
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Kemendukbangga/BKKBN dalam menghadirkan intervensi yang terintegrasi bagi pembangunan keluarga sepanjang siklus kehidupan.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan keluarga tidak hanya diukur dari capaian program, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan setiap keluarga Indonesia. Dengan semangat kolaborasi dan penguatan tata kelola, Kemendukbangga/BKKBN akan terus memastikan berbagai program prioritas semakin tepat sasaran.
Melalui sinergi yang berkelanjutan, program-program tersebut diharapkan mampu membangun keluarga yang sehat, berkualitas, dan berdaya, sekaligus menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (hms/smr)





