Kemendikdasmen Salurkan Tunjangan Khusus Rp32 Miliar untuk 16 Ribu PTK Terdampak Bencana

Kemendikdasmen menyalurkan Rp32 miliar tunjangan khusus kepada sebanyak 16.467 pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang terdampak bencana.

Kemendikdasmen menyalurkan Rp32 miliar tunjangan khusus kepada sebanyak 16.467 pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang terdampak bencana di empat provinsi yakni Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Jawa Timur.

Semarak.co – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan meskipun berada dalam situasi darurat.

Bacaan Lainnya

“Dalam kondisi bencana, keselamatan warga sekolah menjadi prioritas utama, namun hak anak tetap belajar tidak boleh terhenti. Pemerintah hadir untuk memastikan pendidikan darurat dapat berjalan, sekaligus mendukung guru tetap mengabdi,” ujar Mu’ti, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Sabtu (27/12/2025).

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikdasmen Suharti mengatakan, upaya ini sebagai wujud kepedulian. Akhir tahun yang bagi sebagian orang bisa dinikmati dengan hangat penuh suka cita, saat ini menjadi momen memprihatinkan bagi saudara kita yang terdampak bencana,” ungkapnya.

“Oleh karena itu, sebagai bentuk kepedulian Kemendikdasmen, tunjangan khusus ini disalurkan untuk sedikit meringankan beban mereka. Semoga bantuan kepedulian di akhir tahun ini bisa menjadi penyemangat dan menandai kehadiran pemerintah,” jelasnya.

Jumlah PTK yang terdampak dari masing-masing jenjang dan bantuannya adalah sebagai berikut. PAUD ada 915 pendidik  terdampak dan mendapatkan total bantuan Rp1,8 miliar. Jenjang pendidikan dasar jumlah pendidik yang terdampak bencana mencapai 10.274 dengan jumlah bantuan yang diberikan sebesar Rp20,5 miliar.

Untuk jenjang pendidikan menengah jumlah pendidik yang terdampak 5.258 dengan bantuan Rp10,5 miliar. Sedangkan jumlah tenaga pendidik terdampak sebanyak 20 orang. Adapun untuk tenaga kependidikan, 3 orang di Provinsi Aceh dan 17 orang lainnya di Provinsi Sumatra Barat mendapatkan bantuan masing-masing sebesar Rp2 juta.

Kepala Sekolah SDN Babo Kabupaten Aceh Tamiang, Ahmad mengungkapkan bahwa pasca banjir murid-murid sangat merindukan untuk belajar di sekolah, namun kondisi sekolah yang rusak tidak memungkinkan para murid dan guru untuk melaksanakan proses belajar-mengajar.

Melalui bantuan dari Kemendikdasmen berupa tenda darurat, sangat membantu mereka untuk dapat kembali belajar, hal yang telah lama ditunggu para murid. “Saya merasa bangga dengan tindakan dari Kemendikdasmen begitu cepat untuk melaksanakan pembelajaran darurat, tanggap dengan situasi saat ini,” ungkap Ahmad haru. (hms/smr)

Pos terkait