Kemendikdasmen Gandeng Kampus Perluas Gerakan Pemartabatan Bahasa Indonesia

Badan Bahasa Kemendikdasmen berkerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Universitas Prima Indonesia (UNPRI), menghadirkan pembangunan kebahasaan dan kesastraan melalui peran kampus.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen berkerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Universitas Prima Indonesia (UNPRI), menghadirkan pembangunan kebahasaan dan kesastraan melalui peran kampus.

Semarak.co – Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin menegaskan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi merupakan bentuk nyata semangat partisipasi semesta dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Bacaan Lainnya

“Naskah yang telah kita tandatangani wujud komitmen dan sinergi antara Kemendikdasmen dan perguruan tinggi dalam berbagai bidang, seperti BIPA, peningkatan dan penguatan literasi, pemartabatan bahasa, serta pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya, dirilis humas melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Jumat (12/6/2026)

Menurut Hafidz, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi fondasi pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembentukan karakter. Karena itu, penguatan bahasa Indonesia perlu berjalan beriringan dengan pelestarian bahasa daerah dan penguasaan bahasa asing.

“Melalui kolaborasi ini, kampus diharapkan mampu menciptakan ruang-ruang akademik yang menempatkan bahasa sebagai fondasi pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembentukan karakter. Penguasaan bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa daerah perlu tumbuh secara seimbang dalam lingkungan pendidikan tinggi,” tambahnya.

Di lingkungan kampus, optimisme terhadap masa depan bahasa Indonesia juga terus tumbuh. Rektor UMSU, Akrim, meyakini bahasa Indonesia memiliki peluang semakin besar untuk memperluas pengaruhnya di tingkat internasional.

“Bahasa Indonesia telah menunjukkan pengaruh yang semakin luas di tingkat internasional melalui jumlah penuturnya yang terus berkembang. Kami optimistis pada masa yang akan datang bahasa Indonesia akan memperoleh posisi yang semakin kuat dalam pergaulan dunia,” ujarnya.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan karena selama ini UMSU telah aktif mengembangkan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan melahirkan sejumlah pengajar yang bertugas di berbagai negara. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mendukung upaya internasionalisasi bahasa Indonesia.

Semangat yang sama juga disampaikan Wakil Rektor I Universitas Prima Indonesia, Abdi Darma. Menurutnya, kerja sama dengan Badan Bahasa membuka ruang baru bagi penguatan program kebahasaan sekaligus mendukung visi internasionalisasi kampus.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata, terutama dalam upaya mengutamakan bahasa Indonesia di lingkungan kampus. Di sisi lain, sebagai kampus yang mengembangkan perspektif internasional, kami juga menjadikan program BIPA sebagai salah satu program unggulan,” kata Abdi. (hms/smr)

Pos terkait