Kemendikdasmen dan SEAMEO Sepakat Perkuat Pembelajaran Sains dan Matematika di Asia Tenggara

Wamendikdasmen Atip Latipulhayat saat menerima audiensi Presiden SEAMEO Romaizah Binti Muhammad Saleh.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan kolaborasi erat Indonesia dengan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO), merupakan fondasi penting  penguatan kualitas belajar di kawasan.

Semarak.co – Wamendikdasmen Atip saat menerima audiensi Presiden SEAMEO Romaizah Binti Muhammad Saleh menyatakan,  Indonesia berkomitmen memastikan pusat-pusat SEAMEO memberikan dampak langsung bagi guru dan peserta didik di Asia Tenggara.

Bacaan Lainnya

“Kemitraan regional adalah kunci untuk mempercepat inovasi di segala bidang termasuk Sains, Matematika dan teknologi,” ujar Atip, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Selasa (9/12/2025).

Rangkaian agenda ini merupakan satu kesatuan kunjungan yang dimulai dengan peninjauan pusat unggulan SEAMEO di Bandung pada 2 – 4 Desember 2025, dan diakhiri dengan pembahasan kerja sama di Kemendikdasmen di Jakarta pada 5 Desember 2025.

Pembahasan mencakup penyelarasan berbagai inisiatif pusat SEAMEO dengan program prioritas Kemendikdasmen, termasuk penguatan numerasi, STEM, koding, kecerdasan buatan dan peningkatan kapasitas guru.

Romaizah dan rombongan menerima paparan mengenai bagaimana pusat ini membangun lingkungan peningkatan mutu pendidikan sains melalui pelatihan, riset, pengembangan sumber belajar, dan kemitraan regional.

SEAQIS menempatkan kompetensi guru sebagai pusat transformasi, mulai dari pembelajaran berbasis STEM, integrasi konteks lokal, hingga pemanfaatan teknologi seperti koding dan kecerdasan buatan.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Southeast Asia Climate Change Education Programme (SEACEP), yang telah membantu mewujudkan 61 sekolah iklim (climate resilient schools) di enam negara Asia Tenggara.

Program ini menempatkan isu perubahan iklim sebagai gerakan edukasi yang menumbuhkan kesadaran, aksi, dan ketangguhan lingkungan di sekolah. Hingga kini, 17.500 guru dari berbagai negara telah mengikuti pelatihan ini.

Romaizah dan rombongan turut meninjau produk pembelajaran seperti science learning kit, video eksperimen, dan animasi sains yang kini menjadi rujukan para guru di kawasan Asia Tenggara.

Penguatan Matematika: SEAQIM Dorong Pembelajaran yang Mengembirakan dan Bermakna

SEAMEO Regional Centre for QITEP in Mathematics (SEAQIM) memaparkan kontribusinya dalam transformasi pembelajaran matematika dengan filosofi “Learning Mathemathics Joyfully and Meaningfully.” SEAQIM memaparkan bagaimana Matematika dapat diajarkan lebih kreatif dan  relevan.

SEAQIM menjelaskan dua capaian tahun terakhir, termasuk 1.934 peserta yang mengikuti kursus, seminar, dan simposium, serta 307 kolaborasi dengan lembaga pendidikan, universitas serta pusat SEAMEO lainnya di kawasan Asia Tenggara.

Program unggulan seperti Math in Space bersama LAPAN, lesson study dengan University of Tsukuba, hingga STEM Village yang menghubungkan kreativitas matematika dengan budaya lokal menjadi bagian dari penguatan pembelajaran.

SEAQIM juga memaparkan kerja sama pelatihan luar negeri dengan Kementerian Pendidikan Brunei Darussalam, termasuk penguatan computational thinking melalui aktivitas coloring book.

Rangkaian kunjungan Presiden Dewan SEAMEO di Bandung dan audiensi di Jakarta memperlihatkan keselarasan tujuan Indonesia dan SEAMEO dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif, inovatif, dan tangguh.

Melalui riset pusat unggulan, pengembangan guru, pendidikan anak usia dini, dan penguatan literasi-numerasi, Indonesia terus memperkuat kontribusinya terhadap kualitas pembelajaran di kawasan Asia Tenggara.

Empat Pusat SEAMEO di Indonesia Paparkan Capaian Memajukan Pendidikan di Kawasan Asia Tenggara

Kepemimpinan Indonesia dalam memajukan pendidikan mendapat pengakuan internasional melalui kunjungan resmi Presiden Dewan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) yang juga Menteri Pendidikan Brunei Darussalam Romaizah Binti Muhammad Saleh, ke Jakarta, Jumat (5/12).

Empat pusat SEAMEO, yaitu SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL), SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC), SEAMEO Regional Centre for Tropical Biology (BIOTROP) dan SEAMEO Regional Centre for Food and Nutrition (RECFON) memaparkan capaian setahun terakhir.

Romaizah menyampaikan apresiasi atas komitmen Indonesia dalam memajukan pendidikan di kawasan Asia Tenggara. Ia menilai pusat-pusat SEAMEO di Indonesia bekerja dengan dedikasi tinggi dan memilki dampak nyata, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi negara-negara anggota SEAMEO lainnya.

Menurutnya, kunjungan ini membuka ruang dialog strategis mengenai arah pendidikan di kawasan Asia Tenggara, sekaligus menampilkan peran sentral Indonesia dalam menciptakan lingkungan belajar yang relevan, adaptif dan kolaboratif di tengah situasi global yang dinamis.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menyampaikan, sistem pendidikan Indonesia tidak mungkin bergerak sendiri. Kolaborasi dengan SEAMEO sangat penting untuk memastikan peningkatan kualitas guru, pembelajaran, dan layanan pendidikan berjalan di seluruh kawasan.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi empat pusat SEAMEO untuk memaparkan berbagai capaian dan rencana strategis mereka. Setiap pusat menunjukkan bagaimana inovasi yang dilakukan selama ini berkontribusi pada kebutuhan masa kini.

SEAQIL, menampilkan portofolio sebagai pusat peningkatan kualitas guru bahasa. Berbagai pelatihan pedagogi untuk guru Mandarin, Inggris dan ILFL terus diperluas, sementara konferensi tahunan Annual International Symposium of Foreign Language Learning (AISOFOLL) menjadi arena berbagi riset dan praktik pengajaran bahasa.

Penguatan literasi bahasa ibu juga menjadi fokus melalui pengembangan buku The Mother Tongue-Based Multilingual Education (MTB – MLE) dan riset Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) di Asia Tenggara.

Sementara itu, SEAMOLEC menunjukkan peran mempercepat transformasi digital pendidikan. Sejak 2020, lembaga ini telah melatih ribuan pendidik dalam integrasi teknologi, media digital, dan kecerdasan buatan di kelas, serta mengembangkan tiga model pembelajaran jarak jauh yang dapat diterapkan secara luas di sekolah dan perguruan tinggi.

Ke depan, SEAMOLEC berfokus pada literasi kecerdasan buatan (AI), micro-credentials, mobilitas capaian pembelajaran, serta perluasan inklusi pendidikan digital untuk daerah terpencil dan kelompok rentan.

BIOTROP, yang telah berdiri sejak 1968, memaparkan kontribusinya sebagai pusat riset biologi tropis. Sepanjang 2025, BIOTROP menerima ratusan mahasiswa dan peneliti internasional untuk menjalankan riset dan magang.

Publikasi ilmiah dari berbagai negara terbit melalui jurnal BIOTROPIA dan BIODivers, sementara program unggulan seperti Agro-ECO-Edu Tourism (AEET) telah direplikasi di Malaysia, dan akan diperkuat di Brunei Darussalam. Program School of Biodiversity memperkaya literasi lingkungan melalui pendekatan Teaching Factory.

RECFON melengkapi paparan dengan menonjolkan kontribusinya dalam penguatan gizi berbasis edukasi masyarakat. Program Early Childhood Care, Nutrition and Education menjangkau tenaga kesehatan, guru PAUD, dan pemerintah daerah di Indonesia serta tujuh negara ASEAN.

Melalui Nutrition Goes to School, lebih dari lima ribu guru telah mendapatkan pelatihan gizi. Publikasi terkait pangan dan gizi terus berkembang, dan sebagai respon terhadap kebutuhan baru, RECFON mulai mengembangkan program Nutrition Goes to Workplace untuk meningkatkan kesehatan pekerja usia produktif. (hms/smr)

Pos terkait