Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengapresiasi Pemda, mitra-mitra strategis, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) beserta Tim Kerja yang mendukung optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di satuan pendidikan.
Semarak.co – Apresiasi ini adalah simbol pengakuan atas kerja keras yang berhasil mencapai efektivitas pendampingan, keakuratan data, dan yang terpenting, dampak positif terukur pada peserta didik.
“Selamat bagi para penerima penghargaan. Semoga apresiasi ini menjadi energi baru bagi kita semua,” tutur Atip, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Sabtu (13/12/2025).
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Gorontalo Rusli Nusi, selaku pemenang Kategori Pemda Inisiator Dampak Program Makan Bergizi Gratis di Satuan Pendidikan, menyatakan, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah serta ekosistem pendidikan di lapangan menjadi kunci sukses sebuah kebijakan.
Keberhasilan di lapangan sangat bergantung pada dukungan dan kebijakan strategis di tingkat daerah. Apresiasi ini diberikan kepada Pemda yang menunjukkan komitmen luar biasa dalam mengatasi tantangan, memfasilitasi koordinasi, dan menciptakan inovasi kebijakan yang memperluas dampak positif program.
Ini kolaborasi yang luar biasa di mana tantangan kita pada awalnya sulit mendapatkan data karena landscape kita ada beberapa daerah yang sulit dijangkau dengan kondisi masyarakat yang membutuhkan pemenuhan gizi utuk anak-anak,” jelasnya.
Menurut Rusli, MBG merupakan inisiatif bagus dari pemerintah pusat. “Semoga MBG terus berjalan, melayani anak-anak hingga ke pelosok. Terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Ini tentunya memberikan semangat untuk terus bekerja meningkatkan pelayanan kepada anak didik,” tutur Rusli.
Pemenang pertama untuk Kategori Satuan Pendidikan Pionir Revitalisasi Tim Pelaksana UKS Mendukung Program Makan Bergizi Gratis adalah SMPN 1 Kota Medan. Selaku kepala sekolah, Lisnawati Susman, mengungkapkan bahwa Program MBG ini sangat baik.
Tidak hanya sekadar memberikan makanan bergizi kepada anak-anak namun juga mengajarkan budaya baik. “Anak-anak tidak hanya diajarkan makan dan minum tapi juga menguatkan karakter mereka tentang menghargai, budaya antre, dan makan tepat waktu,” ujarnya.
Lisnawati menyampaikan, MBG membawa berkah tersendiri bagi para murid di kala musibah banjir melanda Sumatra Utara. “MBG diantarkan ke tenda pengungsian dan rumah anak-anak yang terdampak banjir. Terima kasih MBG, terus berjalan dan berlanjut untuk anak-anak Indonesia hebat,” imbuhnya. (hms/smr)





