Kemenag Laporkan Sebanyak 3,5 Juta Pemudik Manfaatkan Masjid Ramah Pemudik saat Lebaran 2026

Ketua Tim Seleksi sekaligus Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad. Foto: internet

Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan sebanyak 3.592.348 pemudik memanfaatkan layanan Masjid Ramah Pemudik selama arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Semarak.co – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan, lonjakan jumlah pengguna layanan mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas berbasis rumah ibadah.

Bacaan Lainnya

“Tahun ini jumlah pemudik yang memanfaatkan Masjid Ramah Pemudik mencapai lebih dari 3,5 juta orang. Ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun lalu,” ujar Abu Rokhmad dilansir inilah.com, Selasa, 7 April 2026 – 16:52 WIB melalui WAGroup Jurnalis Kemenag, Rabu (8/4/2026).

Program Masjid Ramah Pemudik 2026 diselenggarakan di 6.859 masjid yang tersebar di seluruh Indonesia. Layanan ini beroperasi selama periode H-9 hingga H+7 Lebaran, menyediakan fasilitas dasar bagi pemudik seperti tempat ibadah, air bersih, dan ruang istirahat.

Jumlah tersebut belum termasuk pemudik yang memanfaatkan rumah ibadah lain seperti gereja, vihara, dan tempat ibadah lintas agama yang juga turut menyediakan layanan serupa selama musim mudik.

Sebagai perbandingan, pada 2025 tercatat sebanyak 1.617.641 pemudik menggunakan layanan ini, meskipun saat itu jumlah masjid yang disiagakan lebih banyak, yakni 8.710 titik. Kenaikan jumlah pengguna pada 2026 menandakan peningkatan kualitas layanan dan aksesibilitas.

Abu Rokhmad menilai lokasi masjid yang berada di jalur strategis seperti Pantura, Trans Jawa, dan Trans Sumatera menjadi faktor utama yang mendukung tingginya pemanfaatan layanan ini. Keberadaan masjid di jalur utama membuatnya mudah diakses oleh pemudik.

Masjid kini tidak hanya dipahami sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan publik yang terbuka bagi siapa saja. Dengan pengelolaan yang baik, masjid dapat menjadi tempat singgah yang nyaman di tengah perjalanan panjang. Selain memenuhi kebutuhan ibadah, masjid juga menyediakan ruang istirahat yang aman bagi pemudik.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Arsad Hidayat menyampaikan, peningkatan jumlah pengunjung juga dipengaruhi oleh kesiapan fasilitas serta kualitas layanan yang semakin baik di masjid-masjid yang terlibat.

Berdasarkan data sementara, mayoritas pemudik yang memanfaatkan layanan ini merupakan pengguna sepeda motor sebesar 54 persen, disusul mobil 45 persen, dan moda transportasi lainnya sebesar 1%. “Data ini merupakan hasil sementara dari masjid yang terdata dalam program,” tuturnya.

Secara faktual di lapangan, jumlah pemudik yang singgah diperkirakan lebih besar. Program Masjid Ramah Pemudik merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memberdayakan rumah ibadah agar memiliki fungsi sosial yang lebih luas.

Layanan ini juga berjalan berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk pengelola masjid dan masyarakat. Kemenag berharap program ini dapat terus dikembangkan dengan memperkuat sinergi lintas sektor sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat.

“Program ini bukan hanya tentang layanan fisik, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Arsad. (net/ilc/smr)

Pos terkait