Kandidat ASN The Future Leader Tunjukkan Kiprah saat Wawancara, Kementerian PANRB Gelar Raker Paguyuban

Penulis dan Pegiat Literasi Maman Suherman Dewan Juri Anugerah ASN yang menjadi pewawancara hari pertama. Foto: humas PANRB

Sebagai upaya mengakselerasi percepatan reformasi birokrasi, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menggelar Rapat Kerja (Raker) Paguyuban Kementerian PANRB.

semarak.co-Dalam kesempatan itu, Menteri PANRB Tjahjo Kumolo memberikan arahan terkait program prioritas Presiden dan Wakil Presiden yang berkaitan dengan reformasi birokrasi, yakni pembangunan SDM, simplifikasi regulasi, serta penyederhanaan birokrasi.

Bacaan Lainnya

Menteri Tjahjo menyampaikan dalam melaksanakan program prioritas reformasi birokrasi tersebut, terdapat empat kunci yang menjadi fokus. Pertama kecepatan pelayanan dalam menerbitkan perizinan untuk investasi di pusat dan di daerah yang didukung dengan kunci kedua.

“Yaitu peningkatan kualitas pelayanan publik yang harus semakin baik dalam setiap lini pelayanan kepada masyarakat,” jelas Tjahjo dalam arahan Raker Paguyuban Kementerian PANRB di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (3/12/2021) seperti dirilis humas melalui WAGroup JURNALIS PANRB, Sabtu (4/12/2021).

Adapun kunci ketiga dalam implementasi reformasi birokrasi adalah memastikan ketersediaan aparatur sipil negara (ASN) yang profesional dan kompeten. Sehingga ASN mampu melaksanakan pembangunan dan juga mampu memberikan pelayanan prima kepada seluruh masyarakat di Indonesia.

Kemudian, kunci pelaksanaan reformasi birokrasi selanjutnya adalah memperpendek rentang dan jalur birokrasi yang juga didukung dengan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. “Dengan demikian, budaya inovasi dapat tercipta untuk diaplikasikan di berbagai bidang untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Pelaksana tugas (Plt.) Sekretaris Kementerian PANRB Rini Widyantini mengatakan, rapat kerja ini sebagai sinergi dalam memonitor kemajuan, memperoleh masukan serta merencanakan tindak lanjut dalam implementasi reformasi birokrasi.

“Raker ini ditujukan guna memperoleh informasi mengenai capaian, rencana tindak lanjut, serta sinergi dalam menjalankan proses reformasi birokrasi yang dipimpin oleh Kementerian PANRB,” jelas Rini yang juga menjabat sebagai Deputi bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PANRB.

Masing-masing deputi di Kementerian PANRB memaparkan capaian dan strategi program berkaitan reformasi birokrasi. Paparan disampaikan Deputi bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan, Deputi bidang Kelembagaan dan Tata Laksana, Deputi bidang SDM Aparatur, dan Deputi bidang Pelayanan Publik.

Selain dari Kementerian PANRB, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Lembaga Administrasi Negara (LAN), Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang merupakan paguyuban instansi dari Kementerian PANRB juga turut serta dalam rapat kerja ini.

Keempat instansi tersebut juga memaparkan capaian dan strategi dari reformasi birokrasi sesuai dengan tugas dan kewenangan dari instansi masing-masing. Sinergi Langkah Percepatan Reformasi Birokrasi Dalam Mendukung Prioritas Kerja Presiden merupakan tema yang diangkat pada rapat kerja kali ini.

Adapun topik yang dibahas dalam rapat kerja ini seputar reformasi birokrasi, digitalisasi pemerintahan, transformasi SDM Aparatur, Mal Pelayanan Publik (MPP), transformasi manajemen SDM ASN, penguatan sistem pengawasan sistem merit, serta percepatan penerapan aplikasi sistem arsip nasional.

Paparan akan capaian dan strategi dari Kementerian PANRB, BKN, LAN, ANRI, dan KASN tersebut akan langsung ditanggapi dan diberikan masukan dari Tim Independen Reformasi Birokrasi Nasional (TIRBN) dan Sekretaris Eksekutif Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional (KPRBN).

Hal ini diperuntukkan agar strategi implementasi reformasi birokrasi sesuai dengan apa yang diharapkan Presiden dan Wakil Presiden. Rini mengatakan, dengan diadakannya rapat kerja paguyuban Kementerian PANRB ini, selain dapat meningkatkan sinergi, juga dapat mengakselerasi strategi percepatan reformasi birokrasi.

“Dengan adanya rapat kerja ini, Kementerian PANRB bersama instansi paguyuban dapat duduk bersama untuk menghasilkan kebijakan yang dapat mempercepat implementasi reformasi birokrasi,” pungkas Rini.

Selain Kementerian PANRB dan instansi paguyuban, rapat kerja ini juga turut dihadiri oleh Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, serta perwakilan Forkopimda Batam.

Di bagian lain Anugerah Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2021 memasuki tahap presentasi dan wawancara yang diikuti 6 kandidat PNS Inspiratif dan 6 kandidat The Future Leader. Para kandidat dari masing-masing kategori berhadapan dengan para Dewan Juri terdiri dari akademisi, praktisi, profesional dan/atau pemerhati manajemen SDM.

Dewan Juri Anugerah ASN yang menjadi pewawancara di hari pertama Business Coach and Communication Specialist Helmy Yahya, Ketua KASN Agus Pramusinto, Penulis dan Pegiat Literasi Maman Suherman, Pegiat Perpustakaan Digital Sulasmo Sudharno, serta CEO Good News From Indonesia (GNFI) Wahyu Aji.

Pada tahapan ini, para kandidat dari berbagai latar belakang bidang dan instansi memamerkan inovasi, prestasi, dan kiprahnya yang nyata dirasakan oleh organisasi maupun masyarakat luas. Berbicara mengenai ASN Inspiratif, Penulis dan Pegiat Literasi Maman Suherman menyampaikan poin terbesar yang ingin digali dari kandidat adalah seberapa besar mereka bisa menginsipirasi sekelilingnya.

Bukan hanya tempat mereka bekerja tetapi juga inspirasi untuk masyarakat luas. Sementara untuk kategori The Future Leader yang menjadi sorotan adalah bagaimana leadership dan sejauh mana potensi para kandidat untuk bisa menjadi seorang pemimpin di masa depan.

“Itu yang membedakan ASN Inspiratif dan The Future Leader. Kalau di ASN Inspiratif itu inovasi dan impact, sementara The Future Leader adalah kemampuan mereka untuk menjadi pemimpin di tempat mereka bekerja,” jelas Maman dalam Wawancara Anugerah ASN 2021 Hari Pertama, di Jakarta, Sabtu (4/12/2021).

Enam kandidat kategori ASN Inspiratif yang berhasil melaju ke tahap wawancara adalah Dwinanda Ardhi Swasono dari Kementerian Keuangan, Farchan Noor Rachman dari Kementerian Keuangan, Firman Hadiansyah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Banten.

Lalu ada Nanang Victor Hambali dari Kementerian Keuangan Bandung, Rinawati dari Kementerian Kesehatan, serta Widi Astiyono dari Kementerian Agama Kendal. Sementara enam kandidat The Future Leader, yakni Athanasia Amanda Septevani dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Selanjutnya Fendi Saputra dari Kementerian Keuangan Tangerang, Ida Bagus Mandhara Brasika dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, James Zulfan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bandung, Nidya Hapsari dari Kementerian Keuangan Bandar Lampung, dan Robert Sinto dari Kementerian Kesehatan.

Setelah seluruh kandidat ASN Inspiratif dan The Future Leader selesai melakukan wawancara, para Dewan Juri berdiskusi untuk menentukan kandidat yang akan masuk ke dalam Top 3 sebagai penerima Piala Adhigana selanjutnya. Maman mengungkapkan kebahagiannya karena dalam penentuan Top 3 tersebut terdapat perdebatan yang cukup panjang.

Ini membuktikan kualitas para kandidat sangat luar biasa baik. “Artinya enam besar ini semua pantas untuk menang. Bahkan 10 besar saja itu pantas untuk memenangkan Anugerah ASN 2021 ini,” tutur pria yang akrab dipanggil Kang Maman.

Sebagai seorang Pegiat Literasi, Kang Maman melihat di tahun 2021 banyak kandidat yang punya kepedulian tinggi terhadap keliterasian. Ia menilai bahwa tugasnya sebagai Pegiat Literasi semakin mudah untuk membuat Indonesia semakin literat.

Para kandidat dalam Anugerah ASN ini diharapkan dapat terus menjadi sosok yang bisa meliteratkan masyarakat bukan semata-mata karena tugas, tetapi karena inisiatif dan kepedulian pada sekelilingnya. Ia pun optimis bahwa ASN Indonesia semakin berkualitas setiap waktunya untuk bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Menurut saya, Anugerah ASN ini bukan sebagai tujuan, tetapi sebagai alat untuk membangkitkan semangat kita untuk betul-betul memberikan karya dan pengabdian yang luar biasa bagi negeri ini. Jadi ini bukan tujuan, tetapi jembatan untuk menjadi lebih baik,” pungkas Maman. ((ald/del/smr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *