Solois Johnny Marr akan merilis album studio kelima solonya, “The Age Of Everything”, pada 2 Oktober 2026 melalui BMG. Lewat album itu, Johnny secara resmi menandai babak baru perjalanan kreatifnya sebagai gitaris legendaris asal Manchester, Inggris.
Semarak.co – Album “The Age Of Everything” bermaterikan 10 lagu baru yang ditulis Marr sendiri di London, Inggris. Ia mengembangkannya saat menjalani tur di pesisir timur Amerika Utara, kemudian direkam di Manchester dengan energi sangat dinamis dan tajam.
Menurut Marr, “The Age Of Everything” merupakan karya paling katarsis sepanjang perjalanan solonya. Judul tersebut muncul sejak awal proses dan menggambarkan perasaan masyarakat dalam menghadapi dunia yang semakin penuh oleh tekanan sosial.
Meski berbicara tentang rasa kewalahan akibat perkembangan teknologi dan derasnya informasi, Marr tidak memandang kondisi itu sepenuhnya negatif, karena tetap melihat kemungkinan dan peluang positif bagi kehidupan bersama di masa depan.
Single “Spin” menjadi pembuka album sekaligus pernyataan musikal yang mendesak. Lagu itu menghadirkan karakter gitar khas Marr, energi cepat serta lirik yang mencerminkan kepadatan pikiran manusia modern sekarang ini.
Sebelum diumumkan secara resmi, “Spin” telah diperkenalkan Marr dalam sejumlah penampilan langsung sepanjang 2025 dan 2026. Pengujian lagu di panggung membantu membentuk energi album secara bertahap dan matang bersama penonton.
Proses kreatif itu memerlihatkan pendekatan Marr yang menempatkan live music concert sebagai ruang pengembangan materi. Lebih dari separuh repertoarnya ketika tur berisi lagu baru yang belum pernah didengar langsung oleh penonton sebelumnya.
Dilansir dari laman Johnnymarr.com, Pitchfork, Official Charts, DIY Magazine dan Rock Cellar Magazine (15/9/2026), Marr melantunkan lagu “Spin”, “Beyond The Rain”, “It’s Time”, “How Come”, “Ophelia”, “That Feeling”, “And Out Of Love”, “Just Once More”, “Fire With Fire” dan “All In A Life” dalam albumnya.
Secara musikal, album ini digambarkan tajam, cepat, dinamis serta dipenuhi gagasan dan kemungkinan. Marr menghubungkan karakter itu dengan energi sekaligus ketegangan yang dirasakan dari lingkungan perkotaan Manchester yang padat dan bergejolak.
Rilisan ini juga menjadi kelanjutan penting setelah “Fever Dreams Pts 1-4” pada 2022. Marr kemudian menghadirkan berbagai proyek, termasuk kompilasi Spirit Power, sebelum kembali dengan album studio baru tersebut resmi.
Peluncuran album tersebut beriringan dengan jadwal konser besar Marr pada 2026. Ia dijadwalkan tampil di Manchester dan London, memperkuat hubungan antara materi baru dan pertunjukan panggung mendatang bagi para penggemar.
Bagi penggemar musik rock alternatif, “The Age Of Everything” menawarkan kesempatan melihat bagaimana Marr memertahankan identitas gitaristiknya sekaligus mengeksplorasi kegelisahan, teknologi, persepsi dan kemungkinan masa depan lewat 10 lagu anyar. (net/jmc/pfk/oc/dm/rcm/kim/smr)





