Jelang Harganas 2026, Wamendukbangga Isyana Pastikan Layanan KB Pascapersalinan Optimal di Denpasar

Wamendukbangga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, meninjau pelayanan Keluarga Berencana (KB) Pascapersalinan di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) bidan Ni Putu Ratna Dewi Ningsih, di Kota Denpasar.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, meninjau pelayanan Keluarga Berencana (KB) Pascapersalinan di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) bidan Ni Putu Ratna Dewi Ningsih, di Kota Denpasar.

Semarak.co – Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pelayanan KB menjelang peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 sekaligus mendorong optimalisasi penggunaan kontrasepsi pascapersalinan sebagai upaya mewujudkan keluarga berkualitas.

Bacaan Lainnya

“Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap keluarga itu terencana. Melalui pengaturan jarak kehamilan, seorang ibu bisa lebih fokus memberikan ASI eksklusif selama enam bulan kepada bayinya dan dilanjutkan hingga usia dua tahun,” ujarnya, dirilis humas melalui WAGroup Jurnalis Kemendukbangga/BKKBN, Senin malam (15/6/2026).

Isyana mengapresiasi kesadaran masyarakat Kota Denpasar memanfaatkan layanan KB, khususnya pelayanan kontrasepsi pascapersalinan. Hal tersebut terlihat dari antusiasme para akseptor yang datang secara sukarela untuk memperoleh layanan kontrasepsi, termasuk ibu yang baru satu hari pascamelahirkan.

Melalui penguatan pelayanan KB pascapersalinan yang didukung sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan praktik bidan mandiri, Kemendukbangga/BKKBN berharap akses masyarakat terhadap layanan KB semakin meningkat.

Upaya ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, terencana, dan berkualitas sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala Perwakilan BKKBN Bali Ni Luh Gede Sukardiasih, menilai penguatan pelayanan KB pascapersalinan merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan pembangunan kependudukan di Kota Denpasar.

Pendataan Keluarga Tahun 2025 (PK 25) mencatat Angka Kelahiran Total (TFR) Kota Denpasar tercatat sebesar 1,79 dengan capaian Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) sebesar 49,7%. Menurutnya, optimalisasi peran fasilitas kesehatan dan praktik bidan mandiri perlu terus diperkuat untuk meningkatkan kepesertaan KB. (hms/smr)

Pos terkait