Iran melancarkan lima rentetan rudal dan beberapa gelombang drone ke arah Tel Aviv, ibu kota Israel. Memasuki hari kedua konflik bersenjata antara aliansi AS-Israel melawan Iran, wilayah Israel dilaporkan mengalami kelumpuhan total.
Semarak.co – Serangkaian gelombang serangan rudal dan drone besar-besaran yang diluncurkan Teheran sejak hari Ahad dini hari (1/3/2026), telah memaksa seluruh aktivitas ekonomi dan sosial di negara zionis yahudi tersebut terhenti.
Laporan Al-Jazeera yang dilansir Arrahmah.id pada Senin 2/3/2026, mengonfirmasi bahwa lima gelombang rudal Iran menghantam wilayah Tel Aviv Raya dan Beit Shemesh. Serangan drone juga dilaporkan menjangkau wilayah sejauh Eilat, Beersheba, hingga Galilea Atas.
Bandara Ben Gurion berhenti beroperasi sepenuhnya setelah maskapai memindahkan pesawat mereka ke luar negeri. Israel telah memobilisasi sekitar 70.000 tentara cadangan untuk menghadapi konflik yang diperkirakan akan berlangsung lama.
Kementerian Kesehatan Israel melaporkan bahwa 456 orang telah dilarikan ke rumah sakit sejak dimulainya operasi militer, dengan 86 di antaranya masih berada di unit gawat darurat rumah sakit-rumah sakit yang ada di wilayah.
Pemerintah Israel dilaporkan memberlakukan sensor ketat (blackout) terhadap target militer dan strategis yang terkena serangan, hanya mengizinkan pemberitaan mengenai dampak pada infrastruktur sipil.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan gelombang keenam dari Operasi True Promise 4 yang menyasar pangkalan militer Israel dan Amerika Serikat di seluruh kawasan. Serangan menghantam Pangkalan Tel Nof.
Tel Nof adalah markas Besar Militer HaKirya di Tel Aviv, serta kompleks industri pertahanan besar. IRGC mengklaim telah menyerang 27 lokasi pangkalan AS yang tersebar di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait dan Qatar.
Angkatan Udara Iran menegaskan bahwa seluruh pusat militer musuh di kawasan berada dalam jangkauan mereka, termasuk pangkalan di wilayah Kurdistan, Irak. Mayjen Amir Hatami, dalam wawancara televisi menyatakan, respons Iran dilakukan secara tegas sesuai rencana yang telah ditetapkan.
Iran tampaknya menggunakan taktik serangan bertubi-tubi (successive blows) untuk memastikan sirene peringatan di wilayah Israel dan pangkalan AS tidak berhenti berbunyi, guna menciptakan tekanan psikologis dan operasional yang maksimal. (net/aid/alz/ti/kim/smr)





