IGrafis ilustrasi calon mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Foto: siedoo.com

Membangkitkan kesadaran historis dan heroisme gerakan mahasiswa di era milenial sangat penting. Gelar yang disandarkan pada mahasiswa sebagai the agent of social change, the agent of intelectual, dan the agent of development menjadi bukti peran historisitas dan sosial mahasiswa.

semarak.co-Kepal Seksi (Kasie) Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) Ruchman Basori mengatakan, mahasiswa telah melahirkan fakta angkatan untuk melakukan perubahan sosial, 1908, 1920, 1928, 1945, 1966, 1974 hingga reformasi 1998.

Di hadapan 385 Aktivis Ormawa, Ruchman menandaskan bahwa kampus menjadi laboratorium efektif untuk melahirkan seorang pemimpin. Mahasiswa hari ini adalah cermin pemimpin di masa depan.

“Kepemimpinan adalah wasilah untuk melakukan perjuangan dan khidmah kita sebagai khalifatullah fil ard di alam nyata ini,” kata Ruchman saat menggembleng aktivis mahasiswa intra kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis, Riau, seperti dikutip Siedoo/6 Februari 2019.

Untuk menghidupkan Ormawa, Ruchman berpesan agar mahasiswa melakukan penguatan idiologi gerakan mahasiswa, membuat platfom dan isu yang jelas. Selain itu, mahasiswa perlu merumuskan visi, misi dan program, membangun komunikasi efektif, mengembangkan Jejaring (networking) organisasi dan ketrampilan fundraising.

Mengakhiri paparannya, Ruchman menaruh optimismenya bahwa kampus STAIN Bengkalis yang baru 4 tahun berdiri akan semakin berkemang dan menjadi kebanggan masyarakat di wilayah perbatasan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama STAIN Bengkalis Wira Sugiarto mengatakan, ada sekitar 500 mahasiswa menjadi pengurus di 29 Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa). “Mereka sudah keluar dari zona nyaman, ikut mengurus organisasi yang sudah barang tentu terganggu belajar dan hak privasinya,” tandas Wira.

STAIN Bengkalis merupakan kampus di Daerah Perbatasan, terang Wira, karenanya berkomitmen untuk menjaga NKRI melalui pengembangan semangat kebangsaan mahasiswanya.

Kegiatan Diklat Peningkatan Mutu Kepemimpinan Ormawa STAIN Bengkalis diikuti oleh kurang lebih 385 peserta yang berasal dari SEMA, DEMA, UKM/UKK, HMPS dan HMJ. (smr/net/doo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here