Di Sanaa, Yaman, kelompok Syiah Houthi yang didukung pemerintah Republik Iran, terus memperluas penguasaan wilayah di sepanjang pesisir Laut Merah, termasuk kawasan strategis menuju Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran penting dunia.
Semarak.co – Perkembangan tersebut terjadi setelah kelompok Houthi merebut kota pelabuhan Mocha dan Pulau Mayyun atau Perim, yang berada di tengah Selat Bab el-Mandeb dan membagi jalur pelayaran menjadi dua bagian.
Associated Press (AP), Reuters, Al Jazeera dan AFP (18/9/2026), melaporkan, penguasaan wilayah tersebut menjadi salah satu keuntungan teritorial terbesar Houthi dalam beberapa tahun terakhir. Bab el-Mandeb dilalui sekitar 12% perdagangan global.
Kondisi seperti itu tentu saja meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan kapal komersial, terutama karena selat tersebut menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi jalur penting menuju Terusan Suez.
Konflik juga berdampak terhadap masyarakat sipil. AP melaporkan sekitar 125.000 orang telah mengungsi akibat gelombang pertempuran terbaru, sementara kebutuhan pangan, tempat tinggal dan layanan kesehatan semakin meningkat.
Saudi Arabia juga menghadapi tekanan keamanan setelah serangkaian serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi. Pada Kamis (17/9/2026), puing drone yang dicegat dilaporkan menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya di Provinsi Taif.
Perkembangan terbaru membuat kawasan Laut Merah kembali menjadi perhatian internasional karena gangguan terhadap pelayaran dapat memengaruhi biaya transportasi, pasokan energi, harga minyak serta perdagangan global. (net/ap/rts/alz/afp/kim/smr)





