Hadirkan Layanan Pendidikan Bermutu, Mendikdasmen Mu’ti Resmikan Revitalisasi 10 Gedung Sekolah di Karanganyar

Mendikdasmen Abdul Muti saat meresmikan revitalisasi 10 gedung sekolah jenjang SD, SMP, SMA dan SMK yang berpusat di SMK Muhammadiyah 1 Gondangrejo, Karanganyar, Jumat (16/1).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan bagian dari upaya negara menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan.

Semarak.co – Hal tersebut disampaikan Muti saat meresmikan revitalisasi 10 gedung sekolah jenjang SD, SMP, SMA dan SMK yang berpusat di SMK Muhammadiyah 1 Gondangrejo, Karanganyar, Jumat (16/1).

Bacaan Lainnya

“Ilmu pengetahuan memiliki peran mendasar dalam kemajuan suatu bangsa dan menjaga kualitas kehidupan manusia. Karena itu, kebijakan pendidikan harus diarahkan untuk memastikan proses belajar berlangsung dan memberi manfaat bagi peserta didik,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Minggu malam (18/1/2026).

Manfaat revitalisasi tidak hanya di jenjang menengah. Kepala Sekolah SDIT Jumapolo, Sriyadi, menyampaikan apresiasi atas penambahan fasilitas Unit Kesehatan Siswa (UKS) yang memudahkan penanganan siswa yang membutuhkan perawatan ringan tanpa keluar area sekolah.

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Gondangrejo Sutikno merasa bangga dapat hadir dan menyaksikan langsung peresmian revitalisasi bersama Mendikdasmen. Ia menjelaskan, sekolahnya menerima bantuan perbaikan empat ruang kelas, serta pembangunan musala, laboratorium dan perpustakaan.

Olivia Agustin siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 1 Gondangrejo, menyampaikan bahwa kondisi sekolah kini jauh lebih baik dari sebelumnya. “Sekarang ruang praktiknya lebih banyak dan lebih modern. Sudah ada laboratorium dan toilet baru, sehingga kami lebih semangat belajar,” tuturnya.

Wamendikdasmen Atip Resmikan 8 Sekolah Hasil Revitalisasi di Pulau Sebatik

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat meresmikan 8 sekolah yang telah direvitalisasi di Pulau Sebatik, salah satu pulau kecil terluar, di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dan berbatasan langsung dengan negara Malaysia.

Atip menjelaskan, pelaksanaan program ini yang merupakan instruksi presiden Prabowo Subianto, sesuai dengan amanat konstitusi, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Dia menyebutkan bahwa upaya tersebut harus berlangsung secara menyeluruh.

“Salah satu komponen penting adalah, tersedianya sarana pendidikan yang memadai, yang memenuhi syarat-syarat terciptanya sekolah yang aman, nyaman serta mendukung pembelajaran yang efektif,” jelasnya.

Ia berpesan kepada seluruh warga sekolah agar selalu menjaga fasilitas-fasilitas penunjang pendidikan yang sudah dibangun pemerintah. “Tadi disebut toilet, itu jangan satu tahun di bangun, tahun keduanya kotor, menjaga dan memelihara itu sangat penting,” pesan Wamen Atip.

Wakil Bupati Kabupaten Nunukan Hermanus, mengapresiasi kunjungan Kemendikdasmen Wamendikdasmen. Kunjungan ini bukan hanya sekadar kunjungan biasa tetapi memiliki pesan kuat bahwa negara memberikan perhatian nyata untuk yang tinggal di tapal batas.

“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri dan Wakil Menteri Dikdasmen, yang memberikan atensi khusus kepada Kabupaten Nunukan, atas pemberian revitalisasi yang luar biasa,” ujar Hermanus.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Nunukan Jathu Roswita mengungkapkan, sebelum revitalisasi, setiap hujan turun saat kegiatan belajar mengajar, para siswa maupun guru merasa khawatir atap akan runtuh akibat sudah lapuk. “Biasa kami pakai terpal untuk menahan supaya tidak bocor ke bawah,” ujar Roswita.

Dengan revitalisasi ini, Roswita menyebut dapat menciptakan rasa aman dan nyaman, untuk siswa dalam pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar. Hal ini juga berpengaruh kepada motivasi siswa untuk masuk sekolah dan belajar.

“Alhamdulillah , setelah mendapatkan revitalisasi ini, siswa atau peserta didik kami merasa senang, lebih termotivasi untuk datang ke Sekolah, karena mendapati sekolahnya sudah aman, nyaman, bangunannya menarik,” ujar Roswita.

Guru SMAS K St. Gabriel Nunukan, Suryani, menyebutkan sangat terbantu dengan adanya program revitalisasi ini. Ia berharap ke depannya program ini dapat terus berlanjut merata di berbagai wilayah di Indonesia.

“Sangat merasa terbantu, karena di sekolah saya kebetulan gedung perpustakaannya belum ada, lalu toiletnya masih kurang, makanya dengan bantuan ini kami mendapatkan toilet dan perpustakaan, sangat membantu sekali untuk anak-anak bisa membaca dengan baik karena ada gedungnya,” harap Suryani. (hms/smr)

Pos terkait