Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri undangan Munas Alim Ulama PPP untuk memaparkan tentang pengelolaan transportasi publik yang berlandaskan keadilan tanpa memandang perbedaan. Foto: internet

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri undangan Munas Alim Ulama, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Ponpes Fadhlul Fadhlan, Semarang, Jawa Tengah, Minggu siang (17/10/2021). Anies mengaku diundang untuk memaparkan pengalamannya selama memimpin DKI Jakarta.

semarak.co-Anies menjadi salah satu dari empat kepala daerah yang diundang sebagai pembicara dengan tema Membangun dari Daerah. Adapun tiga lainnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Keempatnya dianggap pemimpin sekaligus tokoh yang digadang-gadang maju di pilpres 2024.

Ketua Panitia Munas Alim Ulama PPP Chairul Sholeh Rasyid menyebut di acara silaturahmi itu keempat gubernur tersebut akan ikut membahas masalah-masalah keumatan. Menurutnya, gubernur punya posisi strategis dalam menyelesaikan berbagai permasalahan keumatan dan kebangsaan.

“Saat ini kan banyak persoalan yang berkaitan dengan keumatan, baik berkenaan dengan fiqih, muamalah dan persoalan sosial kemasyarakatan lainnya,” kata Chairul dalam keterangan tertulisnya, Sabtu kemarin (16/10/2021).

Dia mengatakan nantinya para gubernur bisa mendapatkan pandangan dari ulama sebagai solusi untuk menyelesaikan berbagai masalah keumatan. Sekaligus solusi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.

Munas ini dihadiri juga sejumlah tokoh penting PPP serta para ulama dari pondok pesantren di Pulau Jawa. Selain utamanya Ketua umum PPP Suharso Monoarfa yang juga Menteri PPN/Bappenas. Munas kali ini mengusung tema Masalah Keumatan dan Kebangsaan. Dalam kesempatan itu, Gubernur Anies bicara soal transportasi publik yang adil.

PPP seperti mengisyaratkan dukungan kepada Anies dalam Pilpres 2024. Anies mendapatkan kehormatan dengan diberikan sorban dan pengalungan tasbih. Menanggapi momen itu, Suharso menyatakan hal tersebut hal yang biasa, bukan sebagai arah dukungan politik menuju Pilpres 2024.

Suharso juga menambahkan, jika Anies bukan merupakan tokoh baru di kalangan PPP. “Belum sampai ke situ atau Dukungan Pilpres 2024. Pak Anies dulu mudanya pernah ikut kampanye PPP,” ujar Suharso Monoarfa saat ditanya tvOnenews.com/Senin, 18 Oktober 2021 – 03:04 WIB.

Sementara itu, Anies mengapresiasi pemberian kalung tasbih dan surban dari para alim ulama setempat. Dia mengaku akan menjaga dengan baik pemberian tersebut. Saat disinggung pemberian ini berkaitan dengan Capres 2024, Anies menjawab bahwa pemberian itu untuk digunakan sebaik-baiknya.