Upaya mempererat hubungan antarbudaya dan memperluas kerja sama pendidikan Islam mengemuka melalui forum internasional di wilayah Kazan, Rusia. Peserta membahas toleransi, pertukaran ilmu serta nilai kemanusiaan global.
Semarak.co – Dalam forum itu, delegasi Indonesia juga ikut berpartisipasi melalui tiga mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja), Muhammad Najeed Fayyad Rohmatillah, Muhammad Ma’shum dan Rifanda Ahmad Nabil. Mereka mewakili tanah air dalam forum pemuda internasional itu.
Forum diselenggarakan Institut Islam Rusia bersama kelompok strategis “Russia–Islamic World” dan Mohammed bin Zayed University for the Humanities, dengan dukungan lembaga pengembangan kebudayaan, sains dan pendidikan Islam setempat.
Agenda kegiatan mencakup diskusi nilai bersama, pendidikan, mobilitas akademik, komunikasi digital serta lokakarya. Peserta juga memperkenalkan tradisi budaya negara masing-masing untuk memerkuat pemahaman antarbangsa dan toleransi.
Selain dialog, forum menghadirkan Olimpiade Internasional Studi Islam dan Bahasa Arab keempat. Mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Pakistan, India, Turki dan Afrika Selatan, turut berpartisipasi dalam forum internasional itu.
Muslimnetwork.tv dan Unu-jogja.ac.id (28/10/2026), melaporkan, kompetisi tersebut mencakup empat bidang, yaitu bahasa Arab, dasar-dasar agama, hukum Islam mazhab Hanafi dan hukum Islam mazhab Syafi’i. Kegiatan ini mendorong pengembangan pengetahuan keislaman secara terstruktur.
Mufti Tatarstan Kamil Samigullin menekankan tradisi keilmuan Islam di Kazan dan pentingnya pembelajaran berbasis pengetahuan. Ia berharap forum internasional itu melahirkan sarjana Islam serta memperluas jejaring pendidikan lintas negara.
Marat Gatin dari kelompok strategis “Russia–Islamic World” menilai kerja sama ilmiah, pendidikan, dan keterlibatan pemuda penting untuk membangun hubungan antarmasyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan melampaui perbedaan kebangsaan.
Penyelenggara menyiapkan diskusi meja bundar mengenai perdamaian, keharmonisan, mobilitas akademik, serta media digital. Rangkaian kegiatan direncanakan ditutup dengan penandatanganan nota kerja sama antaruniversitas peserta.
Makna Forum bagi Dunia Islam
Forum ini menunjukkan bahwa penguatan hubungan dunia Islam tidak hanya mengandalkan diplomasi politik dan ekonomi, tetapi juga pendidikan, pertukaran budaya, serta dialog antargenerasi yang mempererat persaudaraan internasional.
Partisipasi mahasiswa Indonesia membuka peluang memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkenalkan pemikiran Islam Indonesia. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang bertukar pengalaman dengan generasi muda dari berbagai negara.
Keberhasilan forum bergantung pada tindak lanjut konkret, termasuk pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, program pendidikan, serta kolaborasi antarlembaga. Dialog lintas budaya diharapkan menghasilkan kerja sama berkelanjutan, bukan sekadar pertemuan seremonial. (net/mnt/ujad/kim/smr)





