Arab Saudi Cegat Lima Rudal Houthi yang Mengarah ke Riyadh

Arab Saudi mencegat lima rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi yang bermukim di Yaman menuju kota dan bandara Riyadh dan Provinsi Timur pada hari Selasa (27/10/2026), di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Semarak.co – Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menyatakan sistem pertahanan udaranya mencegat dan menghancurkan lima rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi yang beraliran sekte Syiah, menuju Riyadh dan Provinsi Timur pada Selasa pagi waktu setempat.

Menurut laporan Associated Press, Reuters dan Al Jazeera (28/10/2026), dua rudal diarahkan ke ibu kota, sedangkan tiga lainnya menuju kawasan timur. Otoritas Saudi juga mengaktifkan peringatan ancaman sebelum menyatakan situasi terkendali dan bahaya telah berlalu.

Saksi mata melaporkan beberapa ledakan terdengar di Riyadh ketika peringatan serangan diumumkan. Pecahan rudal yang dicegat disebut merusak sebuah bangunan, lokasi konstruksi serta satu kendaraan menurut otoritas pertahanan sipil setempat.

Juru bicara militer Houthi mengklaim rudal mereka mengenai markas Kementerian Pertahanan Saudi di Riyadh. Namun, Associated Press (AP) menyatakan klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen hingga laporan AP diterbitkan Selasa.

Kelompok Houthi juga mengaku menyerang kilang Ras Tanura di wilayah timur. Arab Saudi belum mengonfirmasi klaim tersebut, sehingga kerusakan fasilitas minyak itu belum bisa dipastikan oleh pihak independen sampai kini.

Serangan terbaru terjadi ketika bentrokan Saudi-Houthi meningkat dan jalur pelayaran strategis dekat Bab el-Mandeb kembali menjadi perhatian. Kawasan itu penting bagi perdagangan global serta pengiriman energi internasional melalui Laut Merah.

Konflik Yaman Ancam Keamanan Kawasan

Meningkatnya serangan demi serangan memerburuk hubungan antara Arab Saudi dan Houthi, kelompok bersenjata yang menguasai ibu kota Yaman, Sanaa. Perkembangan ini juga meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Teluk.

Koalisi pimpinan Saudi mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam menghadapi Houthi. Konflik berkepanjangan tersebut telah menimbulkan krisis kemanusiaan, menghancurkan infrastruktur dan mengganggu kehidupan jutaan warga sipil.

Peningkatan serangan terhadap fasilitas strategis dapat membawa dampak lebih luas apabila mengganggu produksi minyak, jalur distribusi energi, atau pelayaran komersial. Namun, dampak aktual insiden terbaru masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. (net/ap/rts/alz/kim/smr)