Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo (kanan depan) bersama Anggota Komisi XI DPR RI Eriko Sotarduga (kiri) saat pemasangan terumbu karang dan melepas tukik di pesisir pantai di Nusa Dua, Denpasar, Bali, Sabtu (10/4/2021). Foto: humas BTN

Sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan hidup sekaligus dalam rangka mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui program Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) atau Padat Karya Restorasi Terumbu Karang, PT Bank Tabungan Negara (BTN) memberi dukungan dalam program konservasi terumbu karang di Nusa Dua, Bali.

semarak.co-Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo menyatakan dukungan perusahaan terhadap konservasi terumbu karang diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan berkelanjutan yang dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Bank BTN memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga sekaligus merawat ekosistem terumbu karang di Indonesia, yang salah satunya berada di Bali,” kata Haru saat ditemui usai melakukan pemasangan terumbu karang dan melepas tukik di pesisir pantai di Nusa Dua, Denpasar, Bali, Sabtu (10/4/2021).

Melalui dukungan ini, kata Haru, pihaknya berharap ekosistem terumbu karang semakin baik sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang pendapatannya bersumber dari sektor wisata bahari maupun perikanan.

Dalam upaya merawat terumbu karang, Bank BTN ikut melaksanakan pemasangan 710 terumbu karang di Pantai St Regis, Nusa Dua tersebut. Selain itu, perseroan juga melepas 7.100 tukik di lokasi yang sama.

BACA JUGA :  Bank BTN Siap Dukung Konservasi Terumbu Karang

Dukungan Bank BTN ini pun sejalan dengan fokus pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, guna mendorong program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya Restorasi Terumbu Karang (Indonesia Coral Reef Garden) sebagai upaya perbaikan ekonomi di Bali.

Program PEN-ICRG ini dipusatkan di perairan Nusa Dua, Sanur, Serangan, Pantai Pandawa hingga Buleleng. Cakupan luas restorasi hingga 50 hektar. Haru menyatakan pandemi COVID-19 menciptakan dampak signifikan terhadap perekonomian Bali yang hampir sebagian besar pendapatannya berasal dari sektor pariwisata.

Dengan program PEN-ICRG yang dijalankan Kemenko Marves dan partisipasi Bank BTN, Haru optimistis perekonomian Bali akan kembali menguat. Bank BTN akan selalu menyelaraskan aktivitas perusahaan dengan program utama pemerintah sehingga kian mempercepat perbaikan ekonomi di Bali.

“Kami percaya masyarakat dan Pemda Bali mampu melalui periode yang sulit ini melalui kerja sama yang berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Haru dalam rilis humas BTN, Minggu (11/4/2021).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Bali, perekonomian Pulau Dewata ini mengalami kontraksi hingga 12,28% pada kuartal III dan 12,21% untuk kuartal IV 2020 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year). Secara kumulatif, perekonomian Bali sepanjang 2020 lalu mengalami kontraksi 9,31% yoy.

BACA JUGA :  Ulama dan Emak-Emak Sumbang Duit Receh, Cawapres Sandi Uno Nangis

Anggota Komisi XI DPR RI Eriko Sotarduga mengapresiasi CSR (corporate social responsibility) yang dilakukan BTN. “Dengan mendukung konservasi terumbu karang akan ikut memberi kesempatan bagi biota laut untuk berkembang. Langkah BTN ini dapat membantu Badung kembali menata diri usai terhantam pandemic,” kata Eriko.

Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa berterima kasih atas bantuan konservasi terumbu karang dari BTN. “Pukulan keras pandemi memang sangat memengaruhi Badung yang bergantung pada sektor pariwisata. Kami berharap bantuan Bank BTN dapat membantu Bali untuk kembali pulih,” ujar Wayan.

Sementara itu, Direktur Nusa Dua Reef Foundation (NDRF) Pariama Hutasoit menuturkan kontribusi dari Bank BTN tersebut akan digunakan untuk menambah struktur dan perawatan terumbu karang yang sudah ditransplatasi. (smr-26)

LEAVE A REPLY