Presiden RI Prabowo Subianto dalam menangai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diharapkan segera menunjukkan keseriusannya. Prabowo diharapkan secepatnya menggunakan kewenangannya untuk penggunaan anggaran secara maksimal untuk menangani karhutla.
Semarak.co – Karhutla saat ini bukan hanya di Kalimantan, tetapi juga terjadi di Pulau Sumatera, dan kawasan Semeru (Jawa Timur). Dampaknya selain merusak kesehatan masyarakat di Indonesia, kini juga sudah mengganggu masyarakat negara-negara tetangga, seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Filipina.
Demikian pendapat yang mengemuka dalam diskusi mingguan atau Reboan yang digelar Forum Wartawan Kebangsaan (FWK), di kawasan Tebet Jakarta Selatan, Rabu siang (2/9/2026). Diskusi dipandu Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane dihadiri sejumlah wartawan senior, editor, dan pemimpin redaksi.
Antara lain Budi Nugraha, Teguh Santosa, Mohammad Nasir, HM Untung Kurniadi, Iqbal Irsyad, Herwan Pebriansyah, Berman Nainggolan, Dadang Rahmat, Simon Siahaan, AR Loebis, Sigit Setiyono, Tjandra Amin, Erwiyantoro, Rudi Sitompul, Ari Rahman, dan Mukhsin.
Diskusi menyoroti karhutla yang semakin mengganggu kesehatan masyarakat, perjalanan darat dan udara akibat asap. Jarak pandang pengendara lalu lintas di jalur darat dan udara seperti di Palangkaraya akibat asap karhutla pengendara atau pilot tidak memungkinkan melakukan perjalanan.
Hendry Ch Bangun mengatakan, karhutla di Kalimantan, bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga merusak kesehatan manusia dan mengakibatkan binatang-binatang yang menjadi kekayaan alam Kalimantan semakin sedikit jumlahnya.
“Mata tidak cukup melihat jalan jauh ke depan. Keadaan seperti itu memaksa Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya, terganggu jadwal penerbangannya,” imbuh Hendry yang pendiri FWK seperti dirilis humas FWK usai acara melalui WAGroup Forum Wartawan Kebangsaan (FWK), Kamis (3/9/2026).
Wartawan senior Untung Kurniadi menduga tidak ada penanganan yang memadai dari pihak pemerintah terhadp karhutla ini. Buktinya, sampai sekarang karhutla besar yang melanda Kalimantan sudah berlangsung berhari-hari belum teratasi.
Berbeda dengan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa. Teguh menilai pemerintahan Prabowo sudah maksimal turun tangan mengatasi karhutla. Tetapi kendalanya luar biasa berat.
Ketika dikerahkan helikopter untuk menembak awan dengan garam supaya terjadi hujan buatan yang diharapkan bisa memadamkan karhutla, angin tiba-tiba mendorong awan ke tempat lain. “Jadi memang banyak persoalan menangani karhutla ini. Sangat sulit mengendalikan kebakaran di lahan gambut,” kata Teguh.
Di zaman demokrasi seperti sekarang ini, orang bebas menilai kinerja pemerintah, termasuk dalam menanggulangi karhutla. “Orang boleh bilang, tidak ada action dari pemerintah. Bukannya tidak ada action, tetapi banyak kendala di lapangan,” kata Teguh yang dosen.
Koordiantor FWK Raja Parlindungan Pane juga mengakui pemerintah sudah melakukan action dalam penanganan karhutla. “Sudah berkali-kali Pak Prabowo memberi perhatian pada karhutla di Kalimantan dan juga di Sumatera. Bahkan sudah berkali-kali telek konferensi dilakukan,” kata Raja.
Raja Pane sepakat dengan Hendry Ch. Bangun yang mengharapkan anggaran atau anggaran darurat segera dikeluarkan untuk penanganan karhutla. “Presiden punya kewenangan untuk menambah anggaran agar kasus kebakaran bisa segera berakhir,” ujar Raja Pane.
Pemimpin Redaksi VOI Iqbal Irsyad juga berpendapat dana anggaran kedaruratan dari pusat segera digunakan, supaya kebijakan-kebijakan presiden dalam menangani karhutla dapat dilaksanakan.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi seperti dikutip Kompas mengakui api masih menyala di mana-mana. Berdasarkan penginderaan satelit masih banyak titik panas. Titik panas sebagian terkonsentrasi di Kalimantan.
Yaitu 455 titik dan sebagian lainnya di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah sekitar 308 titik. Lainnya di Sumatera. Tercatat sedikitnya 93 kejadian karhutla di 12 provinsi. Sebanyak 33 lokasi telah padam dan 60 lainnya dalam proses pemadaman.
Sepanjang 2026, tercatat 4.801 operasi penanganan karhutla dengan luas areal yang ditangani 38.829,46 hektar. Pemadaman dilakukan melalui darat, water bombing, patroli udara, dan operasi modifikasi cuaca, didukung 30 helikopter di Kalimantan dan 22 helikopter di Sumatera. (fwk/smr)





