Dijegal Jadi Presiden 2024, Kenapa Anies Baswedan Tampak Begitu Rileks Saja

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Foto: internet

Oleh Anonym *

semarak.co-Coba perhatikan betapa gelisahnya mereka yang tidak menginginkan atau berupa menjegal Anies Baswedan jadi Presiden 2024. Berapa banyak biaya yang mesti mereka keluarkan untuk menjegal Anies maju jadi Presiden. Baik yang katanya konstitusional mau yang terang-terangan tidak konstitusional.

Berapa banyak tukang survey bayaran, influencer baik yang lewat media sosial maupun hasil survey abal-abal yang berseliweran di running text tv-tv yang mesti dibayar untuk membangun opini negatif tentang Anies.

Singkat cerita segala cara mereka lakukan, formal dengan cara menggunakan instrumen pemerintah maupun yang informal melalui para pemilik modal, buzzer, tukang survey, ulama gadungan, intektual palsu, hingga operasi intelijen. Kenapa begitu nampak ketakutan mereka sama Anies?

Anies yang humanis itu kenapa ditakuti? Anies yang diterima berbagai kalangan umat beragama itu kenapa ditakuti? Anies yang disambut meriah di berbagai kunjungannya ke daerah-daerah kok ditakuti? Anies yang memperoleh penghargaan dari Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) yang memberikan kuliah umum di Oxford University kok ditakuti?

Anies yang sukses menggelar seri formula E, tanpa bantuan BUMN kok ditakuti? Dan masih banyak lagi prestasi Anies Baswedan yang telah torehkan untuk bangsa ini yang tidak bisa disebutkan disini. Rileks, sikap rileks Anies yang masih menjabat Gubernur DKI Jakarta menanggapi para pembencinya, para pesaingnya.

Juga terhadap para koleganya itulah saya kira yang membuat orang-orang segan kepadanya. Kenapa bisa demikian, karena jiwa yang tenang, jiwa yang rileks, jiwa yang santai namun waspada itu, adalah jiwa yang terbimbing bukan oleh manusia. Jiwa bisa seperti itu karena anugerah Ilahi.

Alladzi ansala sakinata fi qulubil mu’miniin, “Allah yang menurunkan ketenangan ke dalam jiwa orang yang beriman”. Begitulah Allah berfirman. Jika demikian, dari kalangan mana yang takut kepada orang beriman itu?

Sudah Ketentuan Allah

Wahai sebangsa dan setanah airku tercinta, jika Allah menghendaki negeri ini baik, maka Allah memberikan pemimpin yang memiliki hikmah kebijaksanaan, sebagai Rahmat-Nya. Sebaliknya jika Allah menghendaki negeri ini makin memburuk keadaannya, maka Allah berikan pemimpin dengan kualitas yang makin buruk.

Sesungguhnya Allah tidak mengubah nasib suatu qaum, kecuali qaum itu sendiri yang mengubah nasibnya. Alhamdulillah saya cukup menyimak dan menikmati perkembangan wacana, opini politik yang berlangsung. Terima kasih, kalian telah memberikan tontonan yang mengasyikkan.

Selamat berkompetisi, insya Allah pemenangnya jika untuk kemajuan bangsa adalah yang memperoleh pertolongan Allah Swt. Dan sebaliknya, jika demi kehancuran bangsa, pemenangnya adalah yang jauh dari pertolongan Allah swt.

*) penulis asli belum ditemukan hingga berita ini ditayangkan, jika kelak ditemukan akan langsung dicantumkan atau menyesuaikan koreksi.

 

sumber: WAGroup PEACE SUMUT 3 FOR ANIES/PA Al-Wasliyah P.Brayan (postKamis1/9/2022/yanhaqi/bustami)