Di Formula 1 2025, Ada 5 Pembalap dengan Poin Penalti Terbanyak

Di Formula 1, ada hukuman bagi para pembalap yang melanggar aturan. Salah satu hukuman yang paling sering diterapkan adalah poin penalti. Di Formula 1 2025 yang baru usai 2 pekan lalu, ada beberapa pembalap yang sering mendapat poin penalti karena melanggar aturan.

Semarak.co – Berikut lima pembalap dengan jumlah poin penalti terbanyak di Formula 1 2025.

1. Oliver Bearman diganjar sepuluh poin penalti selama menjalani Formula 1 2025 bersama Haas

Performa pwmbalap Formula 1 Oliver Bearman pada musim keduanya bersama Haas di gelanggang Formula 1 2025, mengalami peningkatan yang sangat pesat. Ia sering finis di posisi sepuluh besar hingga mendapat banyak poin.

Pencapaian ini membuat Bearman mengakhiri musim di peringkat ke-13 klasemen akhir pembalap dengan total 41 poin. Berbeda dengan musim 2024 di mana Bearman hanya mampu mengakhiri musim di peringkat ke-18 dengan raihan 7 poin.

Selain mendapat banyak poin balapan, Bearman rupanya juga mendapat banyak poin penalti. Di Formula 1 musim ini, pembalap berpaspor Inggris itu tercatat mendapat sepuluh poin penalti. Semua poin penalti itu diperoleh dari hasil akumulasi poin penalti di lima seri balapan.

Dua poin penalti pertama diperoleh Bearman karena menyalip pembalap Williams, Carlos Sainz, saat red flag di sesi latihan bebas ke-2 Formula 1 GP Monako. Kemudian, ia mendapat tambahan empat poin penalti karena tidak mematuhi red flag di sesi latihan bebas ke-3 Formula 1 GP Inggris. Di Formula 1 GP Italia, Bearman mendapat dua poin penalti lagi karena menabrak Sainz.

Tidak sampai di situ. Saat melakoni F1 GP Brasil, Bearman diganjar 1 poin penalti karena dianggap melakukan manuver berbahaya terhadap pembalap Racing Bulls, Liam Lawson. Terakhir, Bearman diganjar 1 poin penalti karena terlalu sering melakukan weaving untuk mempertahankan posisi saat balapan di Abu Dhabi.

2. Yuki Tsunoda mendapat akumulasi delapan poin penalti di Formula 1 2025

Tahun 2025 tentu jadi musim terburuk Yuki Tsunoda selama berlaga di F1. Sebab, meski sudah bergabung bersama Red Bull, pembalap Jepang itu belum mampu meraih podium. Jangankan meraih podium, finis di posisi 10 besar untuk dapat poin saja Tsunoda kesusahan.

Di Formula 1 2025, Tsunoda juga diganjar banyak poin penalti. Ia terhitung memperoleh total delapan poin penalti karena pelanggaran yang dilakukan di lima seri balapan. Banyaknya poin penalti ini menambah catatan buruk Tsunoda di Formula 1 musim ini.

Poin penalti pertama diperoleh saat melakoni balapan di F1 GP Kanada. Saat itu, Tsunoda diganjar 2 poin penalti karena menyalip pembalap McLaren, Oscar Piastri, saat red flag di sesi latihan bebas ke-3. Di F1 GP Austria, ia mendapat tambahan 2 poin penalti akibat menabrak pembalap Alpine, Franco Colapinto, saat balapan.

Saat menjalani Formula 1 Grand Prix Inggris, Tsunoda diganjar 1 poin penalti karena menabrak Oliver Bearman. Kemudian, Tsunoda diganjar 2 poin penalti karena menabrak Aston Martin, Lance Stroll, di Formula 1 GP Brasil.

Di balapan pamungkas yang digelar di Abu Dhabi 2 pekan lalu, Tsunoda kembali mendapat satu poin penalti karena mendorong Lando Norris ke luar trek.

3. Debut Liam Lawson di Formula 1 2025 ditutup dengan akumulasi enam poin penalti

Pembalap Racing Bulls, Liam Lawson, mengakhiri debut pertamanya di Formula 1 2025 dengan torehan 38 poin. Pencapaian ini terbilang cukup bagus bagi pembalap rookie seperti Lawson. Apalagi, pembalap Selandia Baru itu sempat kesulitan beradaptasi pada awal musim.

Di sisi lain, Lawson menutup debutnya di F1 musim ini dengan koleksi enam poin penalti. Semua poin penalti itu ia dapat di empat seri balapan berbeda. Keempat seri balapan tersebut meliputi F1 GP Bahrain, F1 GP Miami, F1 GP Brasil, dan F1 GP Abu Dhabi.

Di Bahrain, Lawson dapat 3 poin penalti karena menabrak Lance Stroll dan Nico Huelkenberg saat balapan. Di Miami, Lawson diganjar 1 poin penalti karena menabrak Fernando Alonso di sesi sprint race. Di Brasil, ia kembali mendapat 1 poin penalti karena menabrak Oliver Bearman di sesi sprint race.

Saat menjalani balapan terakhir di Abu Dhabi, Lawson kembali mendapat poin penalti. Saat itu, ia diganjar satu poin penalti karena dianggap mengemudi secara ugal-ugalan. Race control menilai tindakan itu membahayakan pembalap lain sehingga Lawson dihukum penalti.

4. Lance Stroll mendapat enam poin penalti selama menjalani Formula 1 2025 bersama Aston Martin

Sama dengan Liam Lawson, pembalap Aston Martin, Lance Stroll, mengantongi 6 poin penalti di F1 2025. 6 poin penalti itu ia dapat di 4 seri balapan berbeda. Ke-4 seri balapan tersebut, yakni F1 GP Monako, F1 Kanada, F1 GP Amerika Serikat, dan F1 GP Abu Dhabi.

Stroll mendapat satu poin penalti karena menabrak pembalap Ferrari, Charles Leclerc, ketika menjalani sesi latihan bebas di Monaco. Lalu, ia diganjar 2 poin penalti karena mendorong pembalap Alpine, Pierre Gasly, ke luar trek saat balapan di Kanada. Saat balapan di AS, Stroll lagi-lagi mendapat 2 poin penalti karena menabrak pembalap Haas, Esteban Ocon, di sesi sprint race.

Terakhir, Stroll memperoleh satu poin penalti di Abu Dhabi. Hal ini karena pembalap berpaspor Kanada itu dinilai mengemudi secara ugal-ugalan saat balapan. Ia sering ke luar trek dan hampir tabrakan dengan pembalap lain.

Stroll sendiri mengakhiri F1 2025 di peringkat ke-16 dengan total 33 poin. Di F1 musim ini, Stroll jarang sekali finis di posisi 10 besar dan dapat poin. Sebab, ia kerap melakukan blunder yang membuatnya kehilangan poin saat balapan. Selain itu, buruknya performa mobil Aston Martin juga jadi salah satu penyebab Stroll jarang dapat poin.

5. Kimi Antonelli mendapat lima poin penalti selama menjalani F1 2025

Debut Kimi Antonelli bersama Mercedes di F1 2025 terbilang cukup mengesankan. Ia mampu mengakhiri musim di peringkat ke-7 klasemen akhir pembalap dengan total 150 poin. Ia bahkan meraih 3 podium saat finis ke-3 di F1 GP Kanada dan F1 GP Las Vegas serta finis ke-2 di F1 GP Brasil.

Meski begitu, debut Antonelli di F1 2025 harus ditutup dengan torehan poin penalti. Sebab, ia tercatat sudah mendapatkan 5 poin penalti selama menjalani F1 musim ini. 5 poin penalti tersebut didapat di 3 seri balapan berbeda.

Saat melakoni F1 GP Austria, Antonelli mendapat 2 poin penalti. Hal ini lantaran pembalap Italia itu menabrak Max Verstappen saat balapan. Kemudian, Antonelli mendapat tambahan 2 poin penalti karena menabrak Charles Leclerc di F1 GP Belanda.

Terakhir, Antonelli sudah mendapat poin penalti saat balapan di Formula 1 GP Italia karena mendorong pembalap Williams, Alexander Albon, ke luar trek saat mengarungi di arena balapan.

Di Formuka 1, seorang pembalap hanya diizinkan untuk mendapat akumulasi poin penalti sebanyak 12 poin dalam 12 bulan. Jika lebih dari itu, maka pembalap Formula akan otomatis dilarang balapan sebanyak satu kali. (net/idn/kim/smr)

Pos terkait