Oleh Muhammad Said Didu *)
Semarak.co – Saya tegas menyatakan bahwa penyadapan yang dilakukan mantan Kapolri kepada Presiden @prabowo adalah langkah menuju makar oleh Geng SOP (Solo, Oligarki, Parcok). Seperti perkiraan saya bhw bulan Oktober 2026 adalah ronde terakhir Hambalang vs Solo dan akan terjadi To Kill or To Be Killed.
Geng SOP (Solo, Oligarki, Parcok) menyiapkan pukulan Uppercut di awal November yg operasi lapangannya dipimpin mantan Kapolri LSP bersama faksi Solo di dalam Kabinet Prabowo. Bersyukur bahwa Presiden Prabowo berhentikan Kapolri LSP tgl 1 Oktober 2026. Langkah-langkah yang telah dilakukan antara lain:
1) penyadapan kepada Presiden, pejabat, pimpinan parpol dll yang berseberangan dg geng SOP.
2) operasi meronrong kepercayaa rakyat kepada Prabowo, seperti : kelangkaan BBM, sabotase MBG, ganggu pasar modal, pemadaman listrik PLN, dll. Ini dilakukan kerjasama antara Parcok (LSP) dan Menteri loyalis Jokowi.
3) penggalangan massa oleh LSP untuk menguasai Serikat Pekerja dan mempersiapkan organisasi mantan narapidana teroris (napiter).
Jaringan makar SOP terhadap Presiden @prabowo masih terdapat di dalam Kabinet Prabowo. Langkah yang ditunggu agar Presiden @prabowo bisa memenangkan ronde terakhir:
1) pecat semua pejabat loyalis Jokowi
2) tutup jalur logistik geng SOP : judi online, narkoba, cuci uang, tambang ilegal dll.
*) penulis mantan Sekretaris Kementerian BUMN dan Pegiat media sosial
Sumber WAGroup KAHMI Nasional (postSabtu7/11/2026/advokatarmanremy)



