Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Trilateral Program Beasiswa Pendidikan Internasional di Gedung SMAN 1 Pontianak.
Semarak.co – Sebanyak 10 siswa SMA Negeri 1 Pontianak berkesempatan menempuh pendidikan ke Tiongkok melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Yangzhou Polytechnic Institute, dan PT Konsumen Indonesia.
“Sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo yang keempat, kami menerjemahkan program-program beliau itu dengan visi terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua dengan partisipasi semesta,” tuturnya, dirilis humas melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Jumat (26/6/2026).
Mendikdasmen juga menyampaikan apresiasi kepada anggota komisi II DPR RI, M Rifqinizamy Karyasuda, atas inisiatifnya dalam merintis jalan masa depan bagi para murid SMA Negeri 1 Pontianak dan bagi generasi bangsa Indonesia.
“Ini adalah contoh bagaimana seorang murid berbakti kepada almamaternya dan bagaimana seorang tokoh berbakti bagi bangsa dan negaranya,” ujar Mendikdasmen.
Menanggapi apresiasi dari Mendikdasmen, Rifqinizamy menjelaskan bahwa program beasiswa ini tidak hanya memberikan akses pendidikan di tingkat internasional tapi juga menyiapkan lulusan yang siap bekerja di dunia industri.
“Yang pertama beasiswa ini terdiri dari dua beasiswa. Beasiswa yang pertama adalah beasiswa studi. Studinya akan digratiskan sampai dengan selesai. Mereka juga akan tinggal di asrama,” jelas Rifqi.
Ia menambahkan bahwa peserta akan memperoleh pengalaman belajar yang menekankan penguasaan ilmu pengetahuan sekaligus pembentukan karakter dan etos kerja ala Tiongkok.
Sementara itu, skema beasiswa yang kedua berupa ikatan kerja setelah kelulusan. Bagi penerima beasiswa yang memenuhi kualifikasi yaitu indeks prestasi akademik atau indeks prestasi kumulatifnya bagus, maka PT Semen Conch Indonesia (Conch Group) menjamin penerima beasiswa mendapatkan pekerjaan setelah lulus dari Yangzhou Polytechnic Institute.
Program kerja sama ini dirancang untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan industri di Kalimantan Barat. Bidang yang dipelajari meliputi teknik analisis kimia, konstruksi bangunan, mekatronika, serta pemasaran digital dan e-commerce.
Selain menempuh pendidikan, peserta juga akan mengikuti program magang di industri sehingga memiliki pengalaman kerja dan kesiapan karier yang lebih baik setelah lulus.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan, Nota Kesepahaman ini telah membuka jalan baru bagi putra-putri daerah untuk memperoleh akses pendidikan bertaraf internasional dengan dukungan dunia usaha dan mitra global.
“Kepada yang menerima beasiswa, manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jagalah nama baik daerah dan bangsa, serta pulanglah kelak membawa ilmu, pengalaman, dan semangat untuk membangun Kalimantan Barat yang lebih maju,” ujarnya.
Kolaborasi ini merupakan harapan baru bagi pendidikan vokasi yang inklusif dan berdaya saing global. Melalui langkah ini, para penerima beasiswa akan dididik dengan standar internasional, ditempa di lingkungan industri yang nyata, dan diserap untuk membangun kemandirian ekonomi bangsa. (hms/smr)





