BSI Maslahat dan BSI Berikan Bantuan Keluarga Penerima Manfaat Terdampak Covid-19, BSI Maslahat Gelar Pesantren Sehat

BSI Maslahat dan BSI telah memberikan bantuan total Rp2,14 miliar kepada 40 penerima manfaat program Ibu Kepala Keluarga Tunggal Terdampak COVID-19 (Ibu Tangguh). Program Ibu Tangguh menyasar keluarga yang pencari nafkah utamanya meninggal karena terdampak COVID-19. Foto: humas BSI Maslahat

BSI Maslahat menyelenggarakan Program Pesantren Sehat 2023 untuk Pondok Pesantren yang santrinya masuk dalam kategori dhuafa. Penyelenggaraan Program Pesantren Sehat pertama dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mahfudz, Kampung Legok, Banteng, RT 01 Rw 07, Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/7/2023).

semarak.co-Hadir dalam acara ini Tim BSI Maslahat, pengurus pesantren, tokoh masyarakat, konselor kesehatan, perwakilan konselor dari BNN, dan tamu undangan. Program Pesantren Sehat akan dilaksanakan di beberapa pesantren lainnya pada tahun 2023.

Bacaan Lainnya

Kesempatan terpisah, Direktur Care Program BSI Maslahat Ilham Syahputra menjelaskan, penyelenggaraan Program Pesantren Sehat di Ponpes Al Mahfudz meliputi berbagai kegiatan, yaitu edukasi pada para santri dengan topik kesehatan reproduksi, edukasi bahaya narkoba, dan edukasi gizi sehat pula.

Pada Program Pesantren Sehat kali ini juga dilakukan pelayanan kesehatan dalam bentuk pemeriksaan gigi dan pemeriksaan kesehatan umum bagi para santri dan masyarakat sekitar ponpes Al Mahfudz. Selain itu diberikan bantuan sanitary kit kepada 100 orang santri sebagai penerima manfaat.

Program Pesantren Sehat, terang Ilham, merupakan salah satu implementasi dari tiga pilar di BSI Maslahat, yaitu Masjid, Desa, dan Pesantren. BSI Maslahat telah menyusun beberapa program untuk membantu penerima manfaat agar dapat mengikuti program-program pemberdayaan berkelanjutan sehingga dapat bertransformasi menjadi muzakki.

Ustadz Afandi selaku pembina mengucapkan terima kasih atas kehadiran Program Pesantren Sehat ini, dan berharap program ini akan dapat berkelanjutan. “Pesantren ini tidak hanya menghasilkan penghafal Al Qur’an tetapi santri juga dibekali dengan pengetahuan mengenai agrobisnis untuk kehidupannya lagi,”.

Santri dan masyarakat menyambut Program Pesantren Sehat yang diselenggarakan oleh BSI Maslahat dengan antusias. “Kami berharap penerima manfaat program Pesantren Sehat tidak hanya yang hadir sekarang di tempat ini, melainkan juga masyarakat di lingkungan sekitar Ponpes, melalui penyebarluasan ilmu yang sudah diperoleh,” kata Dedi Setiawan, Manager Care Group.

BSI Maslahat yang merupakan mitra strategis dari PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam melakukan penghimpunan dan penyaluran dana ZISWAF, CSR dan Dana Sosial yang berpacu pada indikator sustainability. Sehingga pemanfaatan programnya dapat berdampak luas.

Tahun ini, BSI Maslahat mempunyai campaign dan produk baru diantaranya Give 20k dan goamal.org. Untuk program campaign Give 20k meliputi, ekonomi, pendidikan, kemanusiaan, masjid dan lain sebagainya.

Sedangkan goamal.org adalah platform sedekah online penghimpun dana zakat, infak, dan wakaf yang dikelola oleh BSI Maslahat. dengan goamal.org, sahabat bisa berdonasi semudah scan Qris. Selain itu, pembayaran donasi sahabat bisa berapa saja, dimana saja, dan kapan saja.

Di bagian lain BSI Maslahat dan BSI memberikan bantuan total Rp2,14 miliar kepada 40 penerima manfaat program Ibu Kepala Keluarga Tunggal Terdampak COVID-19 (Ibu Tangguh). Program Ibu Tangguh menyasar keluarga yang pencari nafkah utamanya meninggal karena terdampak COVID-19.

Ada tiga aspek bantuan yang diberikan, yaitu modal UMKM, biaya hidup, serta beasiswa pendidikan bagi anak-anak. “Tujuan utama program ini agar keluarga terdampak COVID-19 bisa lebih terampil menggunakan uang dan optimal dalam menjalankan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” kata Ilham.

Program ibu tangguh merupakan bentuk kepedulian terhadap keluarga kurang mampu yang terdampak COVID-19. Dengan ini BSI Maslahat berharap penerima manfaat bisa membangun kepedulian di antara warga dan lingkungan masyarakat.

Setelah menerima manfaat program ibu tangguh, salah satu penerima manfaat, Ibu Janiah, merasakan kenaikan omset dari satu koma delapan juta menjadi 30 juta rupiah per bulan, kenaikan ini didukung oleh pelatihan, pendampingan dan peningkatan wawasan usaha.

Harapan Ibu Janiah ke depannya adalah setelah program bantuan usaha dan pendampingan dari BSI Maslahat selesai, ia dapat menjadi seorang pedagang yang lebih baik dan pandai dalam berjualan. Selain itu, ia juga berharap dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi orang lain.

Dengan program ini penerima manfaat dapat mempertahankan produktivitasnya dalam mengelola usaha mikro, serta memecahkan permasalahan di bidang kewirausahaan dengan cepat dan tepat. Selain itu, program ibu tangguh ini juga membantu pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan masyarakat sekitar.

“Program bantuan ini juga membentuk kemandirian dalam berwirausaha bagi ibu-ibu yang suaminya meninggal dunia akibat COVID-19, diharapkan dengan program ini kesejahteraan hidup ibu dan anak-anak bisa meningkat,” ujar Ilham lagi dirilis humas BSI Maslahat usai acara melalui email [email protected], Senin (24/7/2023). (smr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *