Bencana Banjir Besar Nepal-Tibet Tewaskan 903 Orang, Ribuan Orang Masih Hilang

Banjir bandang dan longsor dahsyat di perbatasan negara Nepal-Tibet menewaskan sedikitnya 903 orang di Nepal, sementara 4.247 lainnya masih dinyatakan hilang dalam bencana yang mengguncang kawasan Himalaya pada Senin pagi hari ini.

Semarak.co – Bencana bermula pada 26 Agustus 2026 ketika runtuhan gletser memicu aliran besar berisi batu, es, lumpur dan puing, menerjang permukiman serta infrastruktur sepanjang aliran sungai hingga wilayah luas lainnya di pegunungan.

Bacaan Lainnya

Tim penyelamat kini berpacu dengan waktu untuk menjangkau 933 pekerja yang diduga terjebak di terowongan sebelas proyek pembangkit listrik tenaga air di Nepal, menurut laporan terbaru Reuters danIndiatodayne.in serta AFP hari ini (31/8/2026).

Kantor Berita Britania Raya, Reuters melaporkan hampir 21.000 personel penyelamat dikerahkan, didukung peralatan berat, teknologi pendeteksi kehidupan serta bantuan ahli dari China dan India menghadapi medan berbahaya selama operasi penyelamatan darurat berlangsung hingga kini.

Ancaman belum berakhir karena pemerintah memantau danau serta kawah baru di pegunungan, sementara hujan dan longsor berpotensi memicu banjir susulan yang semakin menghambat pencarian korban hingga kini berlangsung, terus terjadi.

Tragedi tersebut juga berdampak besar terhadap masyarakat setempat. Palang Merah memerkirakan lebih dari 90.000 orang terdampak, sementara desa-desa tersapu dan akses menuju Kathmandu mengalami gangguan serius akibat kerusakan parah yang semakin meluas. (net/rts/iti/afp/kim/smr)

Pos terkait