Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meresmikan program ZCoffee di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jumat (16/5/2025). Program ini menyasar mustahik mahasiswa yang bertujuan meningkatkan ekonomi dan keterampilan kewirausahaan mahasiswa di bidang minuman kopi.
Semarak.co – Ketua BAZNAS Noor Achmad atau Kiai Noor menyatakan, program Zcoffee kolaborasi dengan pihak kampus akan menyasar kepada mustahik mahasiswa agar dapat meningkatkan ekonomi dan keterampilan kewirausahaan mereka.
“Program ZCoffee ini menjadi salah satu upaya BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik yang merupakan mahasiswa sekaligus juga mengasah keterampilan mereka,” imbuh Kiai Noor, dirilis humas melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Sabtu (17/5/2025).
Rektor UNS Hartono berterima kasih kepada BAZNAS atas kolaborasi program ini. Pihaknya berharap, program ZCoffee kampus dapat mendorong pertumbuhan ekonomi mahasiswa Mustahik. “Semoga ini dapat memberi manfaat untuk kampus dan mahasiswanya,” ucapnya.
Deputi II BAZNAS HM Imdadun Rahmat mengatakan, target Program ZCoffee 2025 adalah memperluas kerja sama pelaksanaan program sebanyak 100 titik baru di berbagai kampus, baik kampus negeri maupun kampus swasta, untuk 200 barista mustahik penerima manfaat.
“Program kolaborasi ini, selain untuk meramaikan tren mahasiswa dalam menikmati berbagai varian rasa kopi juga untuk memberikan dampak luas, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi para barista mustahik penerima manfaat program ZCoffee,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Jawa Tengah menyambut baik program ZCoffee untuk kampus-kampus di Jawa Tengah. Menurutnya, program ini mampu nunjukkan praktik nyata pengelolaan zakat produktif yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan mustahik.
“Kami ingin menyampaikan apresiasi karena ini dapat menginspirasi civitas akademika untuk lebih aktif dalam mendukung program program pemberdayaan BAZNAS,” jelasnya.
Sejak diluncurkan 2023, ZCoffee telah hadir di 37 titik yang tersebar di 7 Provinsi (Provinsi Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan Provinsi Sulawesi Selatan) dan 21 Kabupaten/Kota serta telah memberikan manfaat kepada 72 mustahik. (hms/smr)





