Tangkapan layar kanal Youtube BAZNAS TV, Rabu (23/9/2020) pada acara kerja sama Baznas, ISC, dan SEBAF tentang perluas penerima manfaat beasiswa pasca pandemi. Foto: humas Baznas

Setelah sukses meluncurkan kerjasama beasiswa bulan Mei lalu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Indonesia Scholarship Center (ISC) dan Surya Edukasi Bangsa Foundation (SEBAF) melanjutkan kerja sama Program Donasi Beasiswa Pasca Pandemi untuk tahap kedua.

Untuk beasiswa tahap kedua ini manfaat penggunaan dana ditambah untuk bantuan paket data, biaya kuliah, maupun kebutuhan pendamping sekolah atau kuliah seperti pembelian handphone atau laptop. Program kerjasama Beasiswa Pasca Pandemi untuk tahap kedua ini dimulai dengan konferensi pers yang digelar secara daring.

Hadir dalam acara tersebut Ketua BAZNAS, Prof. Bambang Sudibyo, Kepala Divisi Pendistribusian Baznas Ahmad Fikri, Executive Director Indonesia Scholarship Center (ISC) Didin Nuruddin Hidayat, pengurus dari SEBAF Herfindo Satria Gading, serta tamu undangan yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Rabu (23/9).

Ketua Baznas Prof. Bambang Sudibyo menyambut positif lanjutan kerja sama ini. Dengan lanjutan program beasiswa ini, nilai Bambang, tentunya akan lebih banyak lagi anak bangsa yang terdampak ekonominya karena pandemi dapat terbantu untuk melanjutkan pendidikannya.

“Alhamdulillah Baznas bersama ISC dan SEBAF dapat melanjutkan kerja sama yang baik ini dalam upaya menjaga keberlangsungan pendidikan untuk anak kurang mampu lewat bantuan beasiswa. Jangan sampai pandemi menjadi penghalang para penerus bangsa ini untuk menggapai cita-cita mereka,” ujar Bambang dalam sambutannya.

Kerja sama yang terjalin ini juga, hara dia, menjadi pemacu lembaga zakat dan perusahaan lainnya untuk turut serta membantu pendidikan anak bangsa  yang terdampak pandemi.

“Dengan adanya Program Donasi Beasiswa Pasca Pandemi tahap kedua ini semoga semakin banyak masyarakat yang turut membantu dan peduli sehingga keberlangsungan masa depan anak bangsa yang terdampak pandemi ini dapat difasilitasi dengan baik melalui kerjasama ini,” tutup Bambang.

Sementara itu Executive Director ISC Didin Nuruddin Hidayat mengatakan Indonesia Scholarship Center mengajak semua pihak baik korporasi, pengusaha, media, dan masyarakat peduli pendidikan, untuk turut terlibat dalam program yang sangat positif ini di situasi pandemi Covid-19.

“Ayo saatnya sekarang kita bantu, agar lebih banyak lagi anak Indonesia selamat dari dampak pandemi Covid-19, apa yang kita miliki saat ini, tidak akan ada artinya jika hanya untuk diri kita sendiri, kita harus berbagi, karena perubahan tidak bisa berjalan sendirian. Mari kita rawat pendidikan anak-anak di Indonesia, khususnya di masa pandemi Covid-19,” ujarnya dalam rilis Humas Baznasa melalui WA Group BMC.

Pengurus dari SEBAF, Herfindo Satria Gading menyampaikan Beasiswa Pasca Pandemi diluncurkan di bulan Mei tahun ini, dengan latar belakang keresahan yang ada. “Kami di Surya Edukasi Bangsa Foundation (SEBAF) melihat pandemi yang terjadi telah membawa dampak yang luar biasa diberbagai sektor usaha,” imbuh Gading.

Begitu banyak PHK terjadi, lanjut dia, banyak orang tua yang kehilangan pekerjaannya. Melihat fenomena ini, kami khawatir angka putus sekolah di Indonesia juga akan meningkat.

Itu sebabnya, kata dia, SEBAF bersama BAZNAS dan ISC bersatu mengusung program Beasiswa Pasca Pandemi ini untuk membantu anak Indonesia, sehingga dapat menekan angka putus sekolah agar tidak terus naik.

Donasi Beasiswa Pasca Pandemi merupakan sebuah program kolaborasi penggalangan dana terbuka yang ditujukan untuk pendidikan anak negeri yang terdampak pandemi Covid-19. Pada tahap pertama telah diberikan beasiswa kepada lima belas siswa dan mahasiswa di kawasan Jabodetabek yang orang tuanya terdampak pandemi Covid-19.

Salah satunya adalah Rahmad Hidayat, seorang penerima Beasiswa Pasca Pandemi yang merupakan mahasiswa FKIP Uhamka Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia semester 5. Rahmad terpaksa membiayai pendidikannya sendiri setelah Ayahnya meninggal sewaktu duduk di bangku kelas III SMP.

Semenjak itu, Rahmad harus mandiri membiayai sekolahnya. Beragam pekerjaan pun pernah ia lakukan agar dapat menyambung pendidikannya, seperti menjadi pembina Pramuka di sekolah, pekerja paruh waktu, hingga karyawan pabrik untuk biaya masuk kuliah.

Untuk membantu pemasukan keluarganya, Rahmad tak segan menawarkan rempeyek buatan ibunya untuk dijual di kampus FKIP tempat ia menuntut ilmu.  Namun karena kondisi pandemi ini, pendapatan dari usaha inipun harus berkurang karena tidak adanya kegiatan di kampus.

Cerita Rahmad ini adalah sebagian kecil dari anak bangsa yang harus berjuang untuk keberlangsungan pendidikannya. Masih banyak lagi anak bangsa yang saat ini membutuhkan bantuan untuk melanjutkan cita-citanya.

Program Donasi Beasiswa Pasca Pandemi akan dibuka pendaftarannya awal Oktober, dengan ketentuan penerima manfaat akan diprioritaskan berdomisili di daerah Jabodetabek dengan syarat anak dari tenaga medis yang meninggal dunia karena Covid-19.

Lalu anak dari orang tua kurang mampu yang meninggal dunia karena Covid-19, anak dari orang tua yang terdampak ekonominya karena pandemi Covid-19, seperti anak guru honorer, tukang ojek atau ojek online, tukang becak, tukang parkir, dan pekerjaan buruh harian lainnya.

Mereka yang berhak mendapatkan beasiswa ini ialah siswa kelas IX SMP yang akan melanjutkan SMA/SMK sederajat. Selain itu, siswa kelas XII SMA/SMK sederajat, yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi dan mahasiswa aktif Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Swasta (PTS) dengan IPK Minimal 3.00. (smr)

LEAVE A REPLY