suasana pelatihan. foto: humas Baznas

Lembaga Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS melalui program-program pemberdayaannya turut ambil bagian dalam menyejahterakan para mualaf yang berada di Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. ZCD memandirikan mereka secara pemahaman agama dan ekonomi.

semarak.co-Pasalnya, kondisi para mualaf di sana serba kekurangan dari dua aspek tersebut. Meski begitu, dalam mencapai tujuan melindungi akidah masyarakat muslim dan mualaf tidak bisa dilakukan hanya oleh satu pihak saja, sehingga diperlukan adanya sinergi dan program berkelanjutan yang dilakukan oleh banyak pihak.

Maka, Lembaga ZCD BAZNAS berkolaborasi dengan Lembaga Initiative Zakat Indonesia (IZI) dalam menyukseskan program pemberdayaan khususnya dalam bidang dakwah di Desa Sindangjaya.

Pada Sabtu (20/2/2021), seperti dirilis humas melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), pada Selasa (13/3/2021) Sahabat ZCD bersama 4 orang mustahik mualaf berkoordinasi dengan Lembaga IZI merencanakan pengisian kegiatan kajian yang diperlukan oleh mualaf.

Rencana pembinaan juga akan dilakukan kepada para santri yang bermukim di Desa Sindangjaya. Hasil dari diskusi yang didapatkan yakni terkait penjadwalan pembinaan mualaf yang ditetapkan pada Sabtu dan pembinaan santri pada waktu tentatif sesuai kebutuhan.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kontribusi UPZ di Era New Normal, Baznas Gelar Rakernas

Dengan adanya kolaborasi antar lembaga ini, harapannya dapat mempermudah untuk sukseskan kegiatan pemberdayaan di lingkungan mualaf ini dan dapat melahirkan kader lokal untuk melanjutkan dakwah pembinaan para mualaf yang berada di Desa Sindangjaya.

Di bagian lain lembaga ZCD BAZNAS bersama Pondok Pesantren Entrepreneur Raudhatul Madinah yang merupakan Mitra ZCD menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan budi daya magot untuk mustahik yang terbentuk di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur, pada Rabu (24/2/2021).

Kegiatan ini bertujuan memberi pendidikan dan pemahaman kepada para mustahik cara membudidayakan magot BSF. Pelatihan dihadiri 10 mustahik Kelompok Santri Berdikari yang terdiri dari santri yatim dan dhuafa.

Lalu diawali dengan doa bersama dan sambutan oleh pimpinan Pondok Pesantren. Selanjutnya pemaparan materi disampaikan H. Sohibul Hasan yang merupakan pembudidaya magot BSF.

Adapun materi yang diberikan yaitu pandangan umum tentang magot BSF, siklus hidup magot BSF, skema kegiatan budi daya, teknik budi daya, dan dilanjutkan ke lapangan untuk melihat langsung proses budi daya.

BACA JUGA :  Beri Sanksi Maskapai Langgar Pembatasan Penumpang, Kemenhub: Perjalanan Dinas Dominasi Pergerakan Penerbangan

Peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan ini sangat antusias dan bersemangat mendengarkan pemaparan materi, karena budi daya magot sangat prospek sekali untuk usaha dan merupakan bahan pengganti pakan ternak unggas dan perikanan yang sangat bagus.

Dengan adanya pelatihan ini, harapannya bisa menyejahterakan perekonomian mereka termasuk untuk biaya pendidikan. Sehingga, mereka dapat menjadi santri yang mandiri dan tangguh, serta bisa memberi manfaat ketika nanti terjun ke masyarakat. (smr)

LEAVE A REPLY