BAZNAS dan Langit Pictures Sinergi Edukasi Nilai Keluarga Harmonis Lewat Film Tak Kan Ku Biarkan Kau Menangis

BAZNAS RI dan Langit Pictures Indonesia membahas peluang kolaborasi pemutaran film Tak Kan Ku Biarkan Kau Menangis, sebagai media edukasi dan dakwah tentang pentingnya nilai-nilai keluarga demi mewujudkan kemaslahatan umat melalui film.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Langit Pictures Indonesia sinergi membahas peluang kolaborasi pemutaran film Tak Kan Ku Biarkan Kau Menangis, sebagai media edukasi dan dakwah tentang pentingnya nilai-nilai keluarga demi mewujudkan kemaslahatan umat.

Semarak.co – Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menilai edukasi melalui pendekatan karya sinema saat ini mampu lebih efektif dan persuasif untuk menyentuh hati masyarakat dibandingkan metode penyuluhan konvensional.

Bacaan Lainnya

“Edukasi tentang cinta anak kepada orang tua atau sebaliknya kan tidak melulu dengan ceramah. Dengan film, selesai nonton orang langsung ingat ibunya. Atau bisa nanti ada film, selesai nonton orang sadar, ‘Waduh, belum zakat, infak, sedekah,” jelas Sodik, dirilis humas melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Minggu (21/6/2026).

Dia mengapresiasi Langit Pictures Indonesia yang konsisten menghadirkan karya yang mengangkat nilai-nilai sosial dan kebaikan. Menurutnya, film memiliki kekuatan membangun kesadaran sosial sekaligus mendorong perubahan perilaku yang positif, termasuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Sodik berharap pertemuan ini  menghasilkan sinergi, baik untuk program jangka pendek maupun rencana jangka panjang dalam menghadirkan film-film edukatif yang mampu menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat, infak, sedekah, dan kepedulian terhadap kaum dhuafa.

“Pulang nonton film, kita ingin penonton langsung tersadar ‘Aduh, saya belum bayar zakat,’ atau ‘Ah, banyak orang miskin dan anak yatim yang perlu segera dibantu,’ karena dampak perubahan perilaku lewat seni peran inilah yang ingin kita capai,” katanya.

Sementara itu, Sutradara film Tak Kan Ku Biarkan Kau Menangis, Ferly Halim, menjelaskan film tersebut dirancang sebagai media edukasi kontemporer yang bertujuan menormalisasikan ekspresi kasih sayang dan hubungan yang sehat antara anak dan orang tua.

Melalui penanaman nilai-nilai keluarga yang kuat, ia optimistis film tersebut mampu menggugah kesadaran generasi muda sekaligus menjadi pemantik bagi terciptanya kemaslahatan umat yang dimulai dari lingkungan keluarga.

“Kami pengen ya, orang keluar bioskop, sesimpel telepon deh ibu,” ujar Ferly saat memaparkan target emosional dan pesan yang ingin disampaikan kepada para penonton melalui karya sinema tersebut.

Audiensi ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antara BAZNAS RI dan Langit Pictures Indonesia dalam memanfaatkan industri kreatif sebagai sarana edukasi sosial, dakwah, dan penguatan nilai-nilai keluarga di tengah masyarakat. (hms/smr)

Pos terkait