Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama petani binaan, melalui Program Lumbung Pangan sukses menggelar Panen Raya 150 Ton Padi di Desa Kwala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, Rabu (22/7/2026).
Semarak.co – Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, melalui Program Lumbung Pangan, BAZNAS mengarahkan pemanfaatan dana zakat secara maksimal guna melepaskan petani lokal dari jerat kemiskinan sekaligus memperkuat kedaulatan pangan warga Kabupaten Batu Bara.
“Program Lumbung Pangan BAZNAS ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi zakat dalam meningkatkan kesejahteraan para petani binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan di Daerah Kabupaten Batu Bara,” jelas Sodik Mudjahid, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Rabu malam (22/7/2026).
Ia menambahkan, secara akumulatif program BAZNAS di Batu Bara ini mencakup pemberdayaan 258 petani di atas lahan seluas 180,3 hektare dengan varietas adaptif Sebatu, Serang, MR, Sedayu, hingga Proton, yang berpotensi menghasilkan 1.082 ton GKP per musim panen dengan nilai ekonomi mencapai Rp7,3 miliar.
Secara nasional, Program Lumbung Pangan BAZNAS disebut Sodik telah berkembang signifikan sejak 2018 dengan menjangkau 21 lokasi di 11 provinsi serta mengucurkan bantuan sebesar Rp10 miliar kepada 1.629 jiwa mustahik.
Lebih lanjut, Sodik menyampaikan Program Lumbung Pangan telah ditetapkan sebagai salah satu dari 13 program prioritas BAZNAS periode 2026 hingga 2031 yang berfokus pada pendampingan teknis, penyediaan teknologi, hingga akses pasar.
“Kebermanfaatan dan keberhasilan program pertanian di Kabupaten Batu Bara ini tidak terlepas dari kolaborasi erat antara BAZNAS, Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, Pemkab Batu Bara, akademisi, ulama, hingga komunitas penerima manfaat itu sendiri,” ujar Sodik.
Sementara itu, Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian mengatakan pihaknya terus mendorong penguatan sektor pertanian lokal dengan menyiapkan sekitar 86 hektare lahan demplot tanaman padi modern.
Langkah penguatan sektor pertanian ini juga sejalan dengan komitmen daerah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau kita punya ketahanan pangan yang luar biasa, maka kita tidak akan pernah goyah,” ujar Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian.
Ketua BAZNAS Kabupaten Batu Bara Jum’ah Hadirsyah menyebut BAZNAS secara konsisten memperkuat program pemberdayaan ekonomi berbasis petani binaan melalui alokasi dana zakat, infak, dan sedekah sejak tahun 2018.
Upaya penguatan sektor pertanian ini turut diperkuat oleh sinergi bersama BAZNAS RI yang mengucurkan bantuan dana sebesar Rp373 juta untuk tiga kelompok tani di Desa Kwala Gunung.
“Pencapaian perekonomian umat adalah PR kita bersama. Maka dari ini, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan dukungan kegiatan ini menjadi titik awal untuk kebangkitan pemberdayaan ekonomi berbasis zakat,” tutur Jum’ah.
Tingkatkan Ekonomi Mustahik, BAZNAS RI Salurkan Program ZChicken di Sumatra Utara
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan Program ZChicken di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, guna meningkatkan ekonomi mustahik melalui pemberdayaan usaha ayam krispi sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
Adapun bantuan yang diberikan untuk mendukung keberlangsungan usaha meliputi gerobak ZChicken, peralatan usaha, modal usaha, pelatihan, hingga pendampingan. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp300 juta atau sebesar Rp10 juta untuk masing-masing mustahik.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan Program ZChicken merupakan salah satu upaya BAZNAS dalam mengoptimalkan pemanfaatan zakat untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi BAZNAS dalam membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
“Masih ada kemiskinan ekstrem kurang lebih masih melanda sekitar 3 juta jiwa di 88 kabupaten/kota. Kabupaten Langkat termasuk salah satu daerah yang masih memiliki kantong kemiskinan. Oleh karena itu, BAZNAS pusat dan daerah harus bekerja lebih keras untuk ikut membantu mengentaskan kemiskinan,” ucapnya.
Sodik menyampaikan, program ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS untuk memberdayakan mustahik melalui usaha produktif. Upaya ini juga sejalan dengan tujuan Asta Cita ketiga Presiden RI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap dua isu utama, yakni kemiskinan ekstrem dan penurunan taraf ekonomi kelas menengah.
“Melalui optimalisasi zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS berkomitmen penuh untuk hadir membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan umat dan bangsa, termasuk di Kabupaten Langkat ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sodik menyampaikan, secara nasional, sejak 2018 hingga 2026, BAZNAS telah mengembangkan 2.265 gerai ZChicken yang tersebar di 12 provinsi dan 67 kabupaten/kota. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan upaya BAZNAS memperluas program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui sektor kuliner.
Khusus di Sumatra Utara, Sodik mengatakan saat ini telah terdapat 100 unit ZChicken yang tersebar di Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Medan, dan Binjai. Kehadiran program tersebut diharapkan dapat semakin memperluas kesempatan bagi mustahik untuk mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Plt. Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti mengapresiasi program pemberdayaan ekonomi yang dihadirkan BAZNAS di Kabupaten Langkat. Ia menilai, program pemberdayaan BAZNAS memberikan manfaat besar bagi masyarakat kurang mampu, khususnya dalam membuka peluang usaha dan mendorong kemandirian ekonomi.
“Untuk kita ketahui bersama, Program ZChicken dirancang untuk menghadirkan kemandirian ekonomi bagi masyarakat kurang mampu melalui pemberian modal usaha. Tidak berhenti sampai di situ, BAZNAS juga berkomitmen memberikan akses pendampingan berupa pelatihan manajemen. Terima kasih BAZNAS,” ujar Tiorita. (hms/smr)





