Penumpang dari luar negeri yang baru mendarat di Bandara Soekarno-Hatta menjalani prosedur kedatangan internasional. Foto: humas AP II

Penumpang pesawat dari luar negeri yang baru mendarat di Bandara Soekarno-Hatta harus menjalani prosedur kedatangan internasional. Di antaranya tes PCR untuk mencegah terjadinya peningkatan penularan virus COVID-19 termasuk varian-varian baru.

semarak.co-Guna memastikan prosedur kedatangan internasional dijalankan dengan baik serta protokol kesehatan tetap dijalankan dengan standar tinggi di Bandara Soekarno-Hatta, Kementerian Perhubungan bersama stakeholder Bandara Soekarno-Hatta menetapkan berbagai pengaturan kedatangan penumpang internasional.

Salah satu pengaturan yang dilakukan tercantum di dalam surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU.006/2/7/DRJU.DAU-2021. Bandara Soekarno-Hatta mendukung penuh pemberlakuan ketentuan tersebut.

Berdasarkan surat itu, mulai 30 September 2021, maskapai nasional dan maskapai asing wajib menyerahkan data rencana kedatangan pesawat dan jumlah penumpang yang diangkut sebelum pesawat berangkat dari bandara asal (origin) kepada Ketua Komite Fasilitas Bandar Udara, Komandan Satgas Udara, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta.

President Director of PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), AP II, maskapai, KKP Kemenkes dan seluruh stakeholder selalu berupaya meningkatkan standar dalam setiap aspek.

“Kami sangat menyambut baik adanya integrasi data penumpang sehingga stakeholder Bandara Soekarno-Hatta dapat melakukan berbagai persiapan dengan baik dan akurat untuk memastikan prosedur kedatangan internasional dapat berjalan semakin baik lagi,” ujar Awaluddin seperti dirilis humas AP II di semarak.redaksi@gmail.com, Jumat (1/10/2021).

AP II, lanjut Muhammad Awaluddin, telah menyiapkan infrastruktur teknologi informasi guna memudahkan pelaporan atau integrasi data penumpang pesawat. AP II menyiapkan aplikasi Health Protocol Readiness (HORE) untuk digunakan maskapai dan stakeholder Bandara Soekarno-Hatta.