Film terbaru aktris tenar Angelina Jolie, “Without Blood”, segera memasuki bioskop-bioskop di Amerika Serikat (AS) dengan kisah tentang perang, trauma, dendam dan penyembuhan. Drama ini kian kuat karena diperankan oleh bintang film senior Salma Hayek serta Demian Bichir.
Semarak.co – Film drama “Without Blood” karya orisinal Angelina Jolie akhirnya memasuki momentum penting menjelang penayangan bioskop di AS pada 18 September 2026, setelah menunggu dua tahun sejak pemutaran perdananya di Toronto, Kanada.
Film ini dibintangi Salma Hayek Pinault, Demian Bichir dan Juan Minujín, dengan Jolie bertindak rangkap, sutradara sekaligus penulis skenario dan produser. Karya sinema Jolie didasarkan pada novel Alessandro Baricco berjudul sama yang terbit sebelumnya.
Ceritanya berpusat pada Nina, seperti dilansir People.com, Variety.com dan Entertainment Weekly (8/9/2026), perempuan yang keluarganya dibunuh ketika konflik berlangsung. Bertahun-tahun lalu, ia menghadapi Tito, salah seorang pria yang terlibat dalam tragedi itu dahulu dan kini kembali ke kehidupannya.
Pertemuan Nina dan Tito berkembang menjadi percakapan emosional mengenai balas dendam, trauma, ingatan serta kemungkinan penyembuhan setelah kekerasan menghancurkan kehidupan mereka secara mendalam dan berkepanjangan selama bertahun-tahun usai konflik berakhir.
Jolie mengatakan kisah tersebut menarik perhatiannya karena membahas kebenaran universal tentang konflik, ingatan dan kemanusiaan. Ia berusaha memertahankan semangat novel ketika mengadaptasinya ke layar lebar dengan pendekatan intim dan emosional.
Hayek sebelumnya mengaku sempat takut menerima peran Nina karena karakter tersebut menuntut keterlibatan emosional sangat berat. Setelah berdiskusi panjang bersama Jolie, ia akhirnya menerima tantangan itu demi mengeksplorasi trauma karakter.
“Without Blood” pertama kali diputar dalam Toronto International Film Festival 2024. Karya sinema itu kemudian mendapatkan jadwal perilisan bioskop AS pada September 2026 melalui Brainstorm Media setelah proses distribusi panjang.
Film ini menjadi proyek penyutradaraan panjang keenam Jolie dan yang pertama sejak “First They Killed My Father” pada 2017. Kehadirannya kembali memerlihatkan perhatian Jolie terhadap tema kemanusiaan dan penyembuhan emosional. (net/pc/vryc/ew/kim/smr)





