PT Bank Rakyat Indonesia atau BRI melalui program BRI Menanam – Grow & Green melakukan penanaman dan pemberian 3.000 bibit pohon produktif dan pohon keras di Kiara Artha Park, Bandung, Jawa Barat pada Jumat, 5 Desember 2025.
Semarak.co – Senior Executive Vice President (SEVP) Ultra Mikro BRI M Candra Utama menyampaikan, penanaman bibit pohon ini wujud nyata komitmen BRI mendorong praktik keberlanjutan lingkungan sekaligus memperkuat nilai sosial di tingkat komunitas.
Melalui inisiatif ini, BRI mengedepankan pendekatan kolaboratif dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menyalurkan bibit pohon sebagai langkah awal pembentukan ekosistem hijau yang berkelanjutan di kawasan pemukiman.
“Ini tidak hanya merepresentasikan dukungan BRI terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga momentum menginspirasi masyarakat agar berpartisipasi menjaga dan mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab,” ungkapnya, dirilis humas melalui WAGroup BRI X Jurnalis, Sabtu (6/12/2025).
Candra menjelaskan, penanaman pohon produktif merupakan bagian dari inisiatif BRI Menanam yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Program ini menjadi bentuk komitmen BRI mendukung mitigasi perubahan iklim melalui penghijauan.
“Program ini berfokus pada penanaman pohon di lahan kritis dan kawasan produktif dengan tujuan memulihkan ekosistem daratan, meningkatkan serapan karbon, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Sejak dimulai pada 2022, program BRI Menanam – Grow & Green telah menanam 120.300 pohon produktif dengan potensi penyerapan karbon mencapai 86,64 ton CO₂e per tahun. Program ini juga telah memberdayakan 19 kelompok tani di berbagai daerah di Indonesia.
Candra menegaskan, program BRI Menanam – Grow & Green juga memberi nilai ekonomi melalui peningkatan pendapatan dari penanaman, hingga pendataan tanaman. Program ini bahkan membuka lapangan kerja dan menghasilkan panen yang menambah penghasilan kelompok tani.
Kegiatan penanaman pohon produktif merupakan upaya nyata membantu pemerintah mengatasi dampak negatif lahan kritis seperti banjir, longsor dan kekeringan, serta berkontribusi pada pengurangan emisi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. (hms/smr)





