Wamenekraf Irene Apresiasi Semesta Berdendang, Angkat Dangdut ke Panggung Musikal Modern

Pertunjukan teater musikal “Musikal Pasar Dangdoet: SEMESTA Berdendang” yang digelar mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (4/4).

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/ Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar mengapresiasi keberanian mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya dalam menghadirkan musik dangdut sebagai kekuatan naratif sekaligus identitas budaya dalam format teater musikal modern.

Semarak.co – Hal tersebut disampaikan Wamenekraf saat menghadiri pertunjukan teater musikal “Musikal Pasar Dangdoet: SEMESTA Berdendang” yang digelar mahasiswa UPM di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (4/4).

Bacaan Lainnya

“Pikirkan bagaimana kalian dapat mengembangkan industri teater musik di Indonesia. Kalian memiliki talenta melimpah di sini. Pagelaran ini menunjukkan lewat kolaborasi lintas sektor, dapat menghasilkan sebuah karya yang nantinya akan kita abadikan bersama,” ujarnya, dirilis humas melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Senin (6/4/2026).

Irene menambahkan, karya seperti Semesta Berdendang perlu terus didorong sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif nasional, khususnya subsektor seni pertunjukan dan musik.

“Saya ingin kalian semua menciptakan peluang tersebut mulai dari bangku kuliah. Apa yang terjadi hari ini bukan hanya karena modal, tetapi juga karena kegigihan. Generasi muda ini sudah mulai bukan hanya mikirin bisnis, bukan hanya mikirin ekonomi, tapi mikirin bagaimana kreativitas bisa menjadi engine of growth,”tambahnya.

SEMESTA, yang merupakan singkatan dari Semangat Seni Prasetiya Mulya, adalah organisasi teater musikal mahasiswa yang berfokus pada pengembangan seni pertunjukan berbasis budaya Indonesia.

Inisiatif ini menunjukkan upaya kampus dalam menumbuhkan minat generasi muda terhadap kekayaan seni dan budaya nasional melalui medium yang dekat dengan perkembangan industri kreatif masa kini.

Rektor Universitas Prasetiya Mulya Hassan Wirajuda mengungkapkan kreativitas yang diasah melalui kegiatan seperti ini merupakan fondasi bagi inovasi di berbagai bidang, mulai dari industri budaya media, hingga ekonomi berbasis pengetahuan.

“Kegiatan ini bukan hanya sebuah ekspresi artistik, tapi bagian integral dari ekosistem belajar. Kita juga melihat keterkaitan yang semakin erat antara dunia pendidikan dan sektor ekonomi kreatif. Oleh karena itu Universitas Prasetya Mulya terus mendorong ruang ekspresi dan kolaborasi,” jelasnya.

Pementasan yang diperankan oleh mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya ini disutradarai oleh Andibachtiar Yusuf dan Dadang Badoet, menghadirkan kolaborasi seni pertunjukan yang memadukan musik, komedi, dan narasi sosial dalam satu panggung yang dinamis.

Pertunjukan bertemakan “Diverse Artistry: The SEMESTA Glitz” mengangkat kisah kehidupan masyarakat pasar tradisional di tengah dinamika kota modern. Tokoh Adeng digambarkan sebagai pemuda yang bercita-cita menjadi aktor dan komika, namun harus berhadapan dengan harapan keluarga untuk melanjutkan usaha.

Melalui lagu, humor, dan konflik keseharian, pementasan ini memotret perjuangan masyarakat kecil dalam menyeimbangkan realitas hidup dan impian. (hms/smr)

 

Pos terkait