Ikrar Pelajar Indonesia Menggema di Berbagai Wilayah pada Upacara Pertama di Sekolah, Mendikdasmen Mu’ti Ajak Wujudkan Gerakan ASRI

Mendikdasmen Abdul Mu'ti (keempat dari kiri baris depan) saat menghadiri hari pertama belajar usai libur Lebaran. Foto: humas Kemendikdasmen

Agenda pertama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, pada hari pertama masuk sekolah selepas libur Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 1447 H/2026 diawali berkunjung ke SMPN 2 Kota Depok dan SDN 8 Depok Baru, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Semarak.co – Di sana, Mendikdasmen Mu’ti mengajak seluruh ekosistem pendidikan untuk bersama-sama mewujudkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Di SDN 8 Depok Baru, Mu`ti berkunjung ke kelas-kelas bercengkrama dan bernyanyi lagu Rukun Sama Teman bersama murid.

Yang di antaranya merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK). Gerakan yang diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto ini menekankan pentingnya peran aktif setiap individu, khususnya di lingkungan sekolah, dalam menciptakan belajar mengajar yang optimal.

“Dengan langkah-langkah sederhana, Gerakan Indonesia ASRI dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui nilai Aman, Sehat, Resik, dan Indah, kita ingin menanamkan kebiasaan baik yang akan membentuk karakter generasi masa depan Indonesia,” ujar Mendikdasmen ketika menjadi pembina upacara di SMPN 2 Kota Depok, Senin (30/3/2026).

“Kita harus berkomitmen membangun budaya sehat tidak hanya bagi diri kita sendiri namun juga terhadap alam yang harus kita lestarikan melalui budaya ASRI. Bersih hati dan bersih lingkungan, menciptakan kenyamanan secara sosial, intelektual, dan spiritual,” imbuh Mendikdasmen Mu’ti.

Pada kesempatan ini, Mendikdasmen turut menyerahkan peralatan kebersihan untuk mendukung program ASRI di sekolah kepada perwakilan SMPN 2 Kota Depok, SDN Anyelir 1, SMAN 1 Kota Depok, SDN Depok Jaya 1, dan SDN 8 Depok Baru.

Selain itu, sejalan dengan Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Upacara Bendera di Satuan Pendidikan Formal dan Keagamaan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

Lalu Mendikdasmen menyaksikan para murid mengucapkan Ikrar Pelajar Indonesia sebagai bagian dari rangkaian upacara. Edaran ini merupakan upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam memperkuat pendidikan karakter serta menanamkan nilai nasionalisme, disiplin, dan budaya sekolah yang aman dan nyaman.

Ikrar Pelajar Indonesia berbunyi, “Kami Pelajar Indonesia, berikrar untuk, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati dan mencintai orang tua dan guru, belajar dengan baik dan sungguh-sungguh, rukun dengan teman, dan mencintai tanah air Indonesia.”

Dalam arahannya, Mendikdasmen Mu`ti berpesan, “Kalian harus mencintai tanah air dan meninggikan harkat dan martabat bangsa di berbagai bidang sesuai dengan minat dan bakat. Kalian berpotensi menjadi hebat kalau kalian selalu mengikuti arahan guru dan hormat pada orang tua.”

Gerakan Indonesia ASRI Membutuhkan Kolaborasi Bersama

Gerakan Indonesia ASRI merupakan inisiatif nasional yang bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Mendikdasmen Mu’ti menegaskan pentingnya gerakan ini sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik. “Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar program, tetapi merupakan upaya bersama untuk membangun budaya positif di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh satuan pendidikan untuk berperan aktif dalam menyukseskan gerakan ini. “Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Mari kita mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekolah untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik melalui Gerakan Indonesia ASRI,” pungkasnya.

Kepala SMPN 2 Kota Depok Sumarno, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Mendikdasmen yang telah memimpin upacara pada hari pertama masuk sekolah. “Harapan kami dengan kunjungan ini dapat memberikan motivasi bagi kami semua dan anak-anak untuk terus bersemangat dalam berprestasi dan berkarya,” kata Sumarno.

Antusiasme serupa juga diutarakan oleh perwakilan guru Bahasa Inggris, Lulu, yang menyambut kehadiran Mendikdasmen sebagai dorongan bagi para murid khususnya untuk menggiatkan Gerakan Indonesia ASRI di sekolah.

“Setelah libur, pasti lingkungan sekolah kita kotor,” imbuh Lulu dirilis humas Kemendikdasmen usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Senin malam (30/3/2026).

Dilanjutkan Lulu, “Maka sejalan dengan ASRI pula, anak-anak kami libatkan untuk bergotong royong membersihkan kelas guna sebagai persiapan menyongsong kegiatan belajar yang akan dimulai kembali serta menumbuhkan kesadaran dan rasa memiliki untuk peduli terhadap lingkungan tempat mereka beraktivitas.”

Tak ketinggalan, Denis dan Fathiyah, murid kelas 7 SMPN 2 Kota Depok, turut mengapresiasi program Kemendikdasmen yang menurut mereka relevan dan mudah diterapkan dalam keseharian.

“Dengan ASRI maupun Ikrar Pelajar Indonesia, kita diingatkan kembali untuk mengenal jati diri kita sebagai anak bangsa yang harus memegang teguh dan menjalankan nilai luhur maupun norma yang baik kepada orang tua, guru, maupun masyarakat,” jelas Fathiyah yang diaminkan oleh Denis.

Di bagian dirilis humas Kemendikdasmen sebelumnya, setelah libur Idulfitri 1447 H dan Libur Hari Suci Nyepi, Kemendikdasmen melakukan pemantauan ke sejumlah satuan pendidikan dari berbagai jenjang dan wilayah. Mulai dari Jakarta, Depok, Bogor, dan Bekasi.

Di sekolah, para pejabat Kemendikdasmen bertindak sebagai pembina upacara. Kunjungan ini tidak hanya membangkitkan semangat dan motivasi guru dan murid namun juga menjadi tanda dimulainya pembelajaran yang harus dijalankan dengan keluhuran nilai yang dijunjung tinggi generasi muda Indonesia.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan pentingnya penguatan karakter peserta didik melalui internalisasi Ikrar Pelajar Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin upacara bendera bersama siswa SMA Negeri 28 Jakarta, Senin (30/3/2026).

Dalam amanatnya, Wamen Atip menekankan bahwa Ikrar Pelajar Indonesia harus dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai landasan pembentukan profil dan karakter pelajar yang mandiri.

Poin pertama yang disoroti adalah keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menurutnya, nilai tersebut harus dimaknai dengan seluas-luasnya dan tercermin dalam perilaku nyata, salah satunya melalui sikap jujur dalam proses belajar.

“Kejujuran adalah pangkal dari prestasi dan capaian-capaian pembelajaran yang kita tetapkan. Itu harus kita implementasikan dalam aktivitas dan pembelajaran kita,” ujar Wamendikdasmen Atip dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Senin siang (30/3/2026).

Selain itu, Wamendikdasmen Atip mengingatkan pentingnya menghormati orang tua dan guru sebagai fondasi dalam pendidikan. Bahkan Atip menekankan pentingnya penghormatan kepada orang tua atas peran mereka dalam kehidupan anak.

Sementara itu, penghormatan kepada guru menjadi kunci terciptanya proses pembelajaran yang efektif. “Penghormatan kepada guru adalah pilar penting untuk terciptanya proses pembelajaran yang baik,” imbuhnya.

Tugas utama pelajar adalah belajar dengan sungguh-sungguh. Ia menyoroti peran negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, yang tidak hanya sebatas menyediakan akses pendidikan, tetapi juga memastikan kualitas pendidikan yang bermutu.

Menurutnya, peserta didik juga memiliki peran penting dalam mewujudkan hal tersebut. “Jadi adik-adik semua memiliki tanggung jawab untuk menjadi bagian penting dari hadirnya pendidikan yang bermutu,” tegasnya.

Wamendikdasmen Atip turut mengapresiasi kondisi SMA Negeri 28 Jakarta yang dinilai telah memiliki sarana dan prasarana yang sangat baik. Ia mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sekolah agar tetap aman, sehat, resik, dan indah, sejalan dengan gagasan sekolah ASRI yang dicanangkan pemerintah.

Salah satu siswa SMA Negeri 28 Jakarta, Umar Nur Hakim, mengaku antusias dapat mengikuti upacara bersama Wamen Atip. Ia menyampaikan bahwa pesan yang disampaikan memberikan pemahaman lebih mendalam tentang pentingnya Ikrar Pelajar Indonesia.

“Tadi Pak Wamen menjelaskan tiap poin dalam ikrar pelajar dan bagaimana pentingnya kita melaksanakan itu semua dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Umar dirilis humas Kemendikdasmen. (hms/smr)