Kemenekraf Apresiasi Pelangi di Mars Jadi Film yang Adopsi Teknologi Kelas Dunia

Kemenekraf mengapresiasi rencana penayangan film "Pelangi di Mars" saat Lebaran nanti.

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mengapresiasi rencana penayangan film “Pelangi di Mars” saat Lebaran nanti. Film yang menghadirkan eksplorasi cerita sains dan teknologi dalam perfilman nasional akan memperkaya industri ekonomi kreatif.

Semarak.co – Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf Agustini Rahayu saat intimate screening di Plaza Senayan XXI, Jakarta, menyatakan, film ini menunjukkan keberanian sineas Indonesia untuk mengeksplorasi genre fiksi ilmiah yang selama ini masih relatif jarang digarap.

“Selain itu, penggunaan teknologi Extended Reality berbasis Unreal Engine dalam proses produksinya juga menunjukkan bahwa industri film Indonesia mampu mengadopsi inovasi teknologi kelas dunia,” ujar, dirilis humas  melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Sabtu (14/3/2026).

Agustini menilai Pelangi di Mars mencerminkan perkembangan positif subsektor film yang mulai menghadirkan ragam genre sekaligus memanfaatkan teknologi produksi yang semakin maju.

Agustini menambahkan, Kemenekraf terus mendorong penguatan ekosistem industri film nasional melalui berbagai langkah strategis, termasuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi para pelaku industri kreatif.

“Kami berharap film ini dapat menginspirasi lebih banyak sineas Indonesia untuk terus bereksperimen dengan teknologi baru dan menghadirkan cerita yang relevan bagi masyarakat. Industri film merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif yang kita dorong sebagai the new engine of growth,” ujar Agustini.

Menurutnya, kehadiran film keluarga juga memiliki peran penting dalam menghadirkan pilihan hiburan yang dapat dinikmati lintas generasi di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.

Sutradara Pelangi di Mars, Upie Guava, menjelaskan bahwa ide film ini berangkat dari refleksi pribadi bersama produser Dendy Reynando sebagai orang tua yang ingin menghadirkan lebih banyak cerita inspiratif bagi anak-anak Indonesia.

“Kami tumbuh dengan banyak cerita yang membangkitkan mimpi besar seperti menjadi astronot atau ilmuwan. Melalui Pelangi di Mars, kami ingin menghadirkan kisah petualangan yang dekat dengan sains dan eksplorasi ruang angkasa, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak,” ujar Upie.

Sementara itu, Produser Pelangi di Mars, Dendy Reynando, mengatakan film ini dikembangkan untuk menghadirkan lebih banyak pilihan film keluarga lokal yang dapat dinikmati bersama oleh orang tua dan anak.

“Film keluarga di Indonesia masih sangat terbatas. Kami ingin menghadirkan cerita yang bisa menjadi pengalaman menonton bersama antara orang tua dan anak. Harapannya, film ini bisa menjadi momen kebersamaan yang berkesan bagi keluarga Indonesia,” ujar Dendy.

“Film ini dibuat oleh kreator Indonesia dengan pengembangan teknologi seperti virtual production, animasi berbasis game engine, hingga motion capture. Ini menunjukkan bahwa industri kreatif Indonesia memiliki kapasitas untuk menghadirkan karya dengan standar produksi yang semakin maju,” imbuh Dendy.

Dukungan terhadap film ini juga datang dari Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN), Riefian Fajarsyah, yang dikenal sebagai Ifan Seventeen. Ia menilai Pelangi di Mars menghadirkan pesan positif bagi anak-anak sekaligus menunjukkan inovasi teknologi dalam produksi film Indonesia.

Pelangi di Mars berkisah tentang Pelangi, gadis 12 tahun yang lahir dan tumbuh di Mars setelah Bumi krisis air yang parah. Ditemani Batik, robot peninggalan sang ibu, Pelangi menjalankan misi mencari mineral langka bernama Zeolith Omega yang diyakini dapat menyelamatkan masa depan umat manusia.

Dalam petualangannya di planet merah, Pelangi bertemu berbagai robot yang telah lama ditinggalkan sekaligus belajar tentang persahabatan, harapan, dan tanggung jawab menjaga masa depan Bumi.

Film Pelangi di Mars dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026 dan menjadi salah satu film keluarga Indonesia yang hadir pada momentum Ramadan menjelang Lebaran. (hms/smr)