Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menunjukkan komitmen dalam memberikan akses pendidikan bermutu dan merata. Salah satunya adalah melalui program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).
Semarak.co – Salah satu peserta didik yang sudah bekerja adalah Efrasius, dari Lembaga Kursus Surya Perdana Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. ia mengikuti program PKK untuk mengasah kompetensi di bidang administrasi perkantoran.
“Saya sudah bekerja di SD Inpres Redek Hawe sebagai operator dan tenaga administrasi. Di sini saya senang pula bisa jadi membantu institusi pendidikan dengan keahlian yang saya miliki setelah kursus,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Minggu (8/3/2026).
Program PKK memberikan fasilitas peserta didik meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. Sementara program PKW mendorong keterampilan vokasional dengan fokus pada kewirausahaan. Kedua program ini pun turut menyasar lembaga kursus di wilayah Indonesia Timur.
Berdasarkan data Direktorat Kursus dan Pelatihan, total ada 88 lembaga kursus di wilayah Indonesia Timur turut berpartisipasi dalam program ini, dan telah membantu 2.282 peserta didik sepanjang 2022–2025. Jumlah anggaran yang digelontorkan mencapai Rp11 miliar.
Tak hanya Efrasius, Veni Rosita Mulle berhasil membangun bisnis percetakannya dengan sukses. Setelah mengikuti program PKW di LKP Fortuna Kupang, ia membuka nama usaha yaitu “Semua Beres Disini”. Menurutnya, kursus memiliki peluang besar menambah wawasan dan keterampilan dalam dunia bisnis.
Veni menjelaskan, “Rintisan usaha saya masih berjalan, dalam dua bulan pertama di tahun 2026, saya berhasil memperoleh sekitar 100 pelanggan baru dengan total penjualan mencapai 250–500 produk dengan omzet Rp7–12 juta per bulan.”
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengungkapkan bahwa program ini merupakan amanat dari Mendikdasmen untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi semua.
“Inisiatif ini memastikan bahwa setiap anak bisa memiliki masa depan, termasuk di daerah timur Indonesia. Kemitraan bersama lembaga kursus dan industri serta Pemda merupakan kunci untuk memaksimalkan program,” terang Dirjen Tatang.
Komitmen Dukungan Empat Mitra Industri dalam Hadirkan Mutu Lulusan Vokasi PKPLK yang Siap Kerja
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) melakukan penandatanganan naskah perjanjian kerja sama (PKS) dengan Kementerian/Lembaga serta mitra industri di Jakarta pada Jumat (6/3).
Terdapat 4 mitra industri yang turut melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama, salah satunya adalah PT Gamecomm Indonesia Network. Perusahaan pengembangan gim lokal ini menilik talenta-talenta vokasi yang memiliki keterampilan unggul di bidang industri gim.
“Saat ini ada 5 SMK yang berkolaborasi bersama kami melalui teaching factory. Hal ini dikarenakan kami ingin memastikan industri gim di Indonesia bisa berkembang dan bersaing secara global,” jelas Direktur PT Gamecomm Indonesia Network, Sere Kalina.
Dalam penjelasannya, Sere pun mengungkapkan bahwa keterampilan siswa SMK di bidang gim memiliki potensi besar. Untuk itu perlu adanya pengarahan secara langsung dari industri hingga akhirnya siap untuk berkarier maupun mengembangkan bisnis gim.
Tak hanya PT Gamecomm Indonesia Network, di bidang teknik dan alat berat, PT United Tractor terus menunjukkan komitmennya memajukan pendidikan vokasi di Indonesia. Perusahaan tersebut sebelumnya sudah memiliki program pengembangan untuk siswa SMK, tetapi di tahun ini akan lebih fokus pada sertifikasi lulusan SMK.
“Kami sedang mapping anak-anak SMK kelas 12 untuk sertifikasi. Jadi, saat mereka melamar pekerjaan, mereka punya value lebih yang bisa ditawarkan ke industri,” terang Department Head Social Responsibility and Communication, PT United Tractors, Himawan Sutanto.
Himawan juga menyampaikan bahwa pola sertifikasi ini membuka peluang lebih besar untuk kebekerjaan luar negeri. Hal tersebut dikarenakan industri teknik dan alat berat dibutuhkan di banyak negara. Selain itu, Himawan menilai bahwa satuan pendidikan pun harus menangkap potensi kerja sama dari industri. Dengan kolaborasi kedua belah pihak, hal tersebut akan menyukseskan implementasi perjanjian kerja sama.
Senada dengan hal tersebut, PT Martha Beauty Gallery yang sudah aktif bersinergi di ranah kursus dan pelatihan menunjukan partisipasinya. Menurut Direktur PT Martha Beauty Gallery, Wulan Maharani Tilaar, industri berperan penting dalam menjembatani antara sektor pendidikan dan kebutuhan dunia kerja/industri.
“Oleh karena itu, kami pun turut berpartisipasi dalam pengembangan SDM di industri kecantikan, jangka panjangnya kami berharap akan berdampak pada Indonesia Emas 2045,” terang Wulan.
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra industri serta kementerian/lembaga dan perguruan tinggi atas komitmen dan kepercayaan yang diberikan.
“Semoga kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi dan mempercepat terwujudnya sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global,” tutur Wamen Atip dalam sambutannya. (hms/smr)





