Produk Buah Manggis Subang Jawa Barat Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan hingga Rp20 Miliar

Menkop Ferry Juliantono (ketiga dari kanan) bersama Wakil Bupati Kabupaten Subang didampingi Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto memperhatikan alat drone sebagai alat bantu menyemprotkan pupuk usai seremoni Koperasi Produsen Upland Subang Farm melepas ekspor manggis sebanyak 3 ton ke China. Foto: humas LPDB

Komitmen pemerintah melalui LPDB Koperasi dalam memperkuat koperasi sektor produktif kembali menunjukkan hasil nyata. Menyusul Koperasi Produsen Upland Subang Farm resmi melepas ekspor manggis sebanyak 3 ton ke China, melanjutkan capaian ekspor sebelumnya yang telah mencapai 40 ton.

Semarak.co – Momentum ini menjadi bukti bahwa koperasi mampu menjadi motor penggerak ekspor komoditas unggulan daerah. Pelepasan ekspor dilakukan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono bersama Wakil Bupati Kabupaten Subang didampingi Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto.

Bacaan Lainnya

Ikut hadir Direktur Pengembangan Usaha LPDB Koperasi Afif Thosin Roy Akhmad, Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman, jajaran Dinas Provinsi dan Kabupaten Subang, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Menkop Ferry menyampaikan bahwa ekspor manggis ini merupakan hasil pembinaan berkelanjutan yang dimulai dari pendampingan Dinas Pertanian dan Kementerian Pertanian kepada para petani manggis di Subang Jawa Barat.

“Ekspor manggis ke China hari ini sebanyak 3 ton, dan sebelumnya sudah mencapai 40 ton. Ini bermula dari pembinaan petani manggis oleh Dinas Pertanian dan Kementerian Pertanian, yang kemudian membentuk Koperasi Produsen Upland Subang Farm,” tutur Menkop Ferry dalam sambutan.

“Produknya diproses lebih baik, dilakukan sertifikasi, dan berbagai langkah agar siap menembus pasar internasional,” ujar demikian Menkop Ferry seperti dirilis humas melalui WAGroup Media LPDB Koperasi, Jumat sore (27/2/2026).

Kabupaten Subang merupakan salah satu daerah terbaik dalam mendorong komoditas pertanian menembus pasar ekspor. Setelah sebelumnya meresmikan ekspor kopi ke Aljazair, kini Subang kembali membuktikan daya saingnya melalui ekspor manggis ke China.

Akses Permodalan Koperasi

Sebagai bentuk dukungan konkret, Menkop Ferry menegaskan peran Kementerian Koperasi melalui LPDB Koperasi sebagai Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Koperasi (Kemenkop) dalam memperkuat permodalan koperasi tersebut.

“LPDB akan membantu tahap pertama dengan mengucurkan Rp4,9 miliar yang sudah dialokasikan. Ke depan, pembiayaan bisa kita dorong hingga Rp20 miliar untuk pengembangan Koperasi Produsen Upland Subang Farm, tentu dengan pendampingan dan inkubasi yang tepat,” tegasnya.

Ia berharap pelepasan ekspor yang dilakukan di bulan Ramadan ini membawa keberkahan bagi pengurus koperasi, petani manggis, dan masyarakat Subang secara luas. “Dengan kehadiran LPDB, insyaAllah akan semakin membantu pengembangan koperasi,” tambahnya.

Wakil Bupati Kabupaten Subang Agus Masykur Rosyadi menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Koperasi dan seluruh jajaran dalam mendorong program upgrade komoditas pertanian di Subang hingga mampu menembus pasar internasional.

“Ini merupakan cita-cita kami sejak awal program upgrade digulirkan. Hari ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan berhasil. Standar produk manggis Subang sudah mampu tembus pasar internasional,” imbuh Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi.

“Ke depan, kami berharap dukungan terus berlanjut agar ekspor tidak hanya ke China, tetapi juga ke Timur Tengah dan negara lainnya,” demikian Agus Masykur Rosyadi menambahkan dirilis humas LPDB.

Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto menegaskan, LPDB Koperasi sebagai satuan kerja Kementerian Koperasi siap melangkah bersama pemerintah dalam memastikan akses pembiayaan bagi koperasi sektor produktif, termasuk komoditas ekspor yang memiliki dampak ekonomi luas.

“LPDB Koperasi hadir untuk memperkuat permodalan koperasi agar naik kelas dan berdaya saing. Kami siap melangkah bersama pemerintah dalam memastikan pembiayaan kepada koperasi sektor produktif, termasuk komoditas ekspor,” ujar Krisdianto dirilis yang sama.

Seperti manggis ini yang memiliki multiplier effect besar bagi petani, pelaku usaha, dan ekonomi daerah. D ukungan pembiayaan tidak hanya bersifat penyaluran dana, tetapi juga diiringi dengan penguatan tata kelola, manajemen usaha.

Serta pendampingan agar koperasi mampu berkembang secara berkelanjutan dan profesional. Keberhasilan ekspor manggis oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm menjadi contoh konkret bagaimana koperasi mampu menciptakan ekosistem bisnis dan produksi yang terintegrasi.

Selain itu, pemanfaatan teknologi terkini sektor pertanian seperti penggunaan drone juga dilakukan oleh Koperasi menjadi solusi modern yang menghemat waktu dan tenaga dalam hal produksi. Sebab, pemupukan dengan drone memungkinkan distribusi yang merata.

Sehingga setiap tanaman menerima jumlah nutrisi yang tepat dan mendorong jumlah produktivitas hasil panen. LPDB Koperasi menegaskan komitmennya untuk terus mendorong koperasi Indonesia menjadi pemain utama dalam rantai pasok nasional maupun global, sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. (hms/smr)

Pos terkait