Mendes Yandri: Munas APDESI Harus Guyub, Fokus Wujudkan Program Prioritas Presiden

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto (kanan) bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat menghadiri Munas APDESI.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto meminta peserta Musyawarah Nasional (Munas) V Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) 2026, guyub dan menjaga persatuan.

Semarak.co – Mendes Yandri meminta untuk bersama mewujudkan program prioritas Presiden Prabowo yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat desa. Munas, kata dia, bukan untuk gagah-gagahan.

Bacaan Lainnya

“Daripada ribut di Munas mending kita guyub. Kita bicara program, kita atur bagaimana supaya desanya hebat dan semua program Bapak Presiden terwujud,” pesan Mendes Yandri, pada pembukaan sidang Munas V APDESI, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Media Kemendesa 2025, Kamis (29/1/2026).

“Ini pasukan hebat semua. Oleh karena itu energi positif ini tidak boleh terpecah belah. Program Pak Presiden sangat mulia dan semua ada di desa. MBG, Kopdes Merah Putih, pengentasan kemiskinan ekstrem, dan lain sebagainya semua ada di desa,” tambahnya.

Mendes Yandri memaparkan bahwa seluruh program prioritas Presiden Prabowo berfokus pada penguatan ekonomi akar rumput dan peningkatan SDM di desa. Di antaranya melalui Makan Bergizi Gratis (MBG), Kopdes Merah Putih, swasembada pangan/energi, dan penurunan stunting.

Oleh karena itu, setiap struktur desa baik masyarakat maupun perangkat termasuk APDESI diminta untuk terlibat aktif melalui berbagai peran. Pasalnya APDESI merupakan mitra pemerintah dalam mewujudkan setiap program untuk memastikan masyarakat sejahtera dan Indonesia maju sesuai target.

Senada, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang menitikberatkan pentingnya persatuan masyarakat dan percaya pada kepemimpinan Presiden Prabowo. Sebab seluruh program yang dikerjakan pemerintah bersama mitra lintas sektor bertujuan untuk membawa Indonesia  maju.

“Presiden setia pada Undang-Undang 1945 termasuk ekonomi pancasila. Oleh karena itu kebijakan seluruhnya harus berpihak pada kepentingan rakyat yang banyak, tidak boleh tawar menawar. Kita maunya membangun, kalau program Bapak Prabowo berjalan dengan baik, pasti akan ada perubahan besar,” imbuh Zulkifli Hasan. (hms/smr)

Pos terkait