Percaya Chelsea Sudah di Jalur Tepat, Liam Rosenior Tak Ingin Ubah Banyak Hal

Mantan manager klub Strasbourg, Liam Rosenior menegaskan dirinya tidak melihat urgensi untuk melakukan perubahan besar dalam pendekatan permainan Chelsea di level atas Liga Inggris (Premier League) musim ini.

Semarak.co – Pelatih anyar Chelsea yang sukses membesut klub Prancis Strasbourg, Liam Rosenior, menegaskan dirinya tidak melihat urgensi yang vital untuk melakukan perubahan besar dalam pendekatan permainan The Blues.

Keputusan Liam Rosenior tercermin dari laga debutnya bersama pasukan biru Chelsea yang  berakhir sukses besar dengan kemenangan menyolok 5-1 atas Charlton Athletic di putaran ketiga Piala FA Inggris beberapa hari lalu.

Dalam wawancara usai laga, Rosenior secara terbuka mengakui, dia tidak membawa banyak sentuhan baru secara taktik  teknis. Pelatih berusia 41 tahun itu memilih memertahankan pondasi yang sudah dibangun pendahulunya, Enzo Maresca, karena menilai Chelsea berada dalam kondisi yang baik.

“Ini adalah tim yang menjuarai Piala Dunia Antarklub lima bulan lalu dan memenangkan Conference League musim lalu. Kami adalah tim yang bagus dan sudah dilatih dengan sangat baik,” ujar Rosenior, yang pernah menyelamatkan Hull City dari jurang degradasi di Liga Inggris.

Ia menegaskan bahwa tugas utamanya saat ini bukan menciptakan revolusi, melainkan menyempurnakan apa yang sudah ada. Demikian juru taktik yang menerapkan filosofi sepak bola modern seperti dilansir liputan6.com pada 11/1/2026.

Penunjukan Rosenior memang sejak awal ditujukan untuk melanjutkan proyek Maresca. Keduanya memiliki filosofi yang sejalan, apalagi Rosenior sebelumnya terlibat dalam model multi-klub Chelsea ketika menangani Strasbourg di Prancis.

Kesamaan pendekatan ini membuat transisi berjalan mulus, termasuk sistem permainan. Saat menghadapi Charlton, Chelsea tetap menggunakan formasi dasar 4-2-3-1 seperti era Maresca, namun dengan pola build-up yang fleksibel menjadi 3-2-2-3, skema yang kerap diterapkan Rosenior di Strasbourg.

Meski demikian, ia menekankan bahwa fokus utamanya saat ini adalah aspek mental dan intensitas permainan. Chelsea diketahui kerap kehilangan keunggulan musim ini, dengan catatan kehilangan 15 poin dari posisi menang di Liga Inggris.

Menurut Rosenior, hal itu menjadi tantangan yang langsung ia sampaikan kepada para pemain. “Saya menantang mereka soal reaksi terhadap situasi sulit, soal intensitas, dan kebersamaan. Hari ini saya melihat semangat tim yang sangat baik,” katanya.

Intensitas menjadi tema utama dalam sesi latihan awalnya. Dia menilai Chelsea terlalu sering bermain lamban meski menguasai bola dalam waktu lama. Selain itu, masalah situasi bola mati juga menjadi pekerjaan rumah setelah The Blues kembali kebobolan dari skema saat Charlton sempat memerkecil ketertinggalan. (net/lc/kim/smr)

Pos terkait