Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya bertemu musisi Ndarboy Genk sekaligus meninjau Studio Animasi MSV Pictures di Universitas AMIKOM Yogyakarta.
Semarak.co – Riefky menyebut ragam subsektor ini merupakan aset ekraf Yogyakarta. Apa yang ada di Yogyakarta menjadi sesuatu yang perlu didukung sebagai aset bangsa dan kebanggaan Indonesia.
“Kementerian Ekraf siap melakukan komersialisasi terhadap para pegiat ekraf Yogya yang sudah unggul dalam hal pendidikan, storytelling, sampai monetizing,” ungkapnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Kemenekraf siaran Pers, Rabu (7/1/2026).
Di momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Menekraf telah mengunjungi geliat ekraf beberapa kota mulai dari Jakarta, Tangerang, Bandung, dan Solo. Sedangkan di Yogyakarta ini, paket lengkap ekonomi kreatif berbasis budaya, sejarah, kuliner, wisata belanja, dan tradisi khas kearifan lokal menjadi daya tarik tersendiri.
Melalui pertemuan dengan Ndarboy Genk yang sudah berkolaborasi dalam Program Akselerasi Kreatif Musik Kemenekraf, subsektor musik terus didorong dalam proses pembuatan video klip, penyelenggaraan konser ke beberapa negara, dan pemberdayaan talenta lokal yang berkelanjutan.
“Saya mengucapkan terima kasih buat seluruh jajaran Kementerian Ekonomi Kreatif yang mendukung saya sebagai musisi lokal untuk punya kesempatan berkreasi tidak hanya di Suriname, tapi berkolaborasi bersama seniman-seniman tuna netra,” ujar Ndarboy.
“Saya berharap Kementerian Ekraf bisa menjadi jembatan yang kembali menggandeng Komunitas Mabes Balker dan komunitas lain untuk terus memonetisasi karya dan memberi kontribusi bagi ekonomi kreatif di Indonesia,” imbuhnya.
Beranjak ke studio animasi MSV Pictures AMIKOM Yogya, Menteri Ekraf Teuku Riefky menyoroti peran subsektor film, animasi, dan video dalam pertumbuhan ekonomi nasional dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.
Menurut Menekraf, momen libur awal tahun bisa digunakan untuk menata ulang supaya Kemenekraf bisa mengusulkan skema insentif bagi subsektor film, animasi, video, gim, dan aplikasi sehingga membuka lebih banyak peluang investasi tahun 2026.
“Kami meyakini 2026 bisa menjadi tahun kebangkitan animasi dan industri kreatif di Indonesia sehingga ekonomi kreatif akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah,” jelas Riefky.
Keberhasilan Universitas AMIKOM Yogya dalam menghasilkan wirausahawan dan pegiat ekraf lokal terbukti mampu mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif berbasis perguruan tinggi yang menempatkan ekonomi kreatif sebagai pusat pendidikan, riset, dan kewirausahaan. (hms/smr)





