Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan di SD Negeri Wonorejo 2, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, serta SMP Negeri 1 Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Semarak.co – Mu’ti menyampaikan bahwa program revitalisasi merupakan amanat langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh satuan pendidikan berada dalam kondisi yang aman dan layak digunakan.
“Jangan sampai ada sekolah rusak, atapnya roboh, atau ruang belajarnya membahayakan peserta didik. Karena itu revitalisasi sekolah menjadi prioritas agar pendidikan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Kamis (8/1/2026)
Mu’ti menambahkan, dengan pelaksanaan oleh sekolah program revitalisasi juga menyerap tenaga kerja dari warga setempat, menggerakkan ekonomi lokal. “Program revitalisasi membuat pembangunan berjalan, ekonomi bergerak, dan sekolah menjadi lebih layak untuk belajar,” tuturnya.
Pada 2026, pemerintah telah mengamankan alokasi awal dalam APBN sebesar Rp 14 triliun untuk merevitalisasi sekitar 11 ribu sekolah. Namun, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, cakupan program ini akan diperluas hingga sekitar 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Sebanyak 110 satuan pendidikan di Demak telah direvitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp 76 miliar. Rinciannya meliputi 4 PAUD, 73 SD, 16 SMP, 6 SMA, 7 SMK, 1 SLB, dan 3 PKBM. Salah satu sekolah penerima manfaat revitalisasi adalah SD Negeri Wonorejo 2 Demak dengan dukungan anggaran sebesar Rp2.229.803.192.
Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan, Pemkab Demak mengajukan 89 titik program revitalisasi satuan pendidikan pada tahun 2025 sebagai upaya memenuhi kebutuhan perbaikan sarana sekolah di daerahnya.
“Kami berharap bantuan revitalisasi ini terus berlanjut, agar masyarakat Demak benar-benar dapat merasakan kelayakan sarana dan prasarana pendidikan,” ujar Eisti’anah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Wonorejo 2 Demak, Ronsi, mengatakan bahwa dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi 12 ruang kelas, ruang administrasi, ruang teknologi informasi, ruang UKS, gedung perpustakaan, satu paket toilet, serta pembangunan dua paket toilet baru.
“Dana revitalisasi ini sangat membantu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan layak,” ungkap Ronsi.
Revitalisasi Sekolah di Kabupaten Jepara
Program revitalisasi juga menjangkau Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dengan total 120 satuan pendidikan yang terdiri atas 58 SD, 39 SMP, 4 SMA, 12 SMK, dan 1 SKB, dengan dukungan anggaran sebesar Rp92.393.430.569.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan bahwa Kabupaten Jepara memperoleh dukungan besar melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari pemerintah pusat. Ia menyebut bantuan tersebut mencakup sekolah negeri dan swasta dari berbagai jenjang dengan nilai puluhan miliar rupiah.
“Program revitalisasi ini sangat membantu daerah. Jepara menerima revitalisasi untuk ratusan satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP, dengan total anggaran sekitar Rp60 miliar,” ujarnya.
Selaku penerima manfaat program, Kepala SMP Negeri 1 Tahunan Jepara, Adi Sasono, menyampaikan bahwa sekolahnya menerima bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebesar Rp720 juta untuk rehabilitasi empat ruang kelas.
“Alhamdulillah bantuan revitalisasi untuk empat ruang kelas sudah kami selesaikan 100 persen, baik fisik bangunan maupun penganggarannya,” jelas Adi.
Ia menjelaskan bahwa melalui efisiensi pelaksanaan, hasil revitalisasi dapat dimanfaatkan lebih optimal. “Dari empat ruang kelas tersebut bisa kami kembangkan menjadi lima ruang kelas, dan sisa materialnya kami manfaatkan untuk perbaikan teras masjid sekolah,” kata Adi.
Selain pembangunan fisik, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan digital interaktif serta menyelenggarakan pelatihan guru, termasuk pembelajaran mendalam, kecakapan, serta pengenalan coding dan kecerdasan buatan (AI) sebagai mata pelajaran pilihan.
Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan mendukung terwujudnya pendidikan bermutu bagi seluruh peserta didik.
Ratusan Murid Garut Deklarasikan Gerakan Rukun Sama Teman
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terus bergerak menyosialisasikan Gerakan Rukun Sama Teman kepada seluruh satuan pendidikan di Indonesia.
Kali ini, bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, bersama ratusan murid di SMPN 1 Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mendeklarasikan Gerakan Rukun Sama Teman, Kamis (8/1).
“Pendidikan nasional bertujuanmembangun generasi bangsa yang unggul, membentuk sumber daya manusia hebat, dan generasi muda yang kuat. Jadilah generasi muda yang serba tau, generasi serba bisa, serta generasi rendah hati dan berakhlak mulia, guna membangun kemajuan Garut dan Indonesia,” ungkap Mu’ti, di Garut, Kamis (8/1).
Untuk menjadi tiga generasi tersebut, Menteri Mu’ti mengungkapkan, murid harus memulai hari dari sebuah pembiasaan dan budaya yang baik. Salah satunya yaitu dengan melakukan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, di rumah, sekolah, maupun lingkungan sosial masyarakat.
“Dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, semoga anak Indonesia memiliki mental yang sehat dan raga kuat. Jadikan ilmu sebagai modal utama untuk menjalani hari, dengan ilmu semua menjadi mudah, dengan seni semua menjadi indah, dan dengan akhlak semua menjadi mulia,” ucap Mu’ti.
Wakil Bupati Garut Putri Karlina, memberikan apresiasi tinggi terhadap jajaran Kemendikdasmen yang hadir di Garut untuk menyosialisasikan Gerakan Rukun Sama Teman. Putri menyebut, gerakan ini merupakan program baik untuk mendukung proses pembelajaran yang aman, nyaman, dan tanpa perundungan.
“Kalian adalah calon generasi Indonesia Emas 2045. Untuk itu, anak-anak harus mulai serius belajar dan punya kebiasaan baik. Gerakan ini harus dimaknai dengan membangun hubungan baik sesama teman, sesama teman boleh bercanda tapi tidak boleh saling menyakiti,” terang Putri. (hms/smr)





